JEMBER bantuan, BERNAS.ID – Setelah launching pangan Beras Cadangan Pemerintah (BCP) segera menyusul program berikutnya Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
Masing-masing Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menerima CPP dari pemerintah pusat berupa telur, sejumlah 10 butir, dan daging karkas ayam 0,9 sampai 1,1 kilogram.
Baca Juga : BPBD Sleman Salurkan Bansos untuk Warga Korban Kebakaran
Program CPP diumumkan kepada KPM yang masuk kategori Keluarga Risiko Stunting (KRS).
Untuk memperlancar pendistribusian, Pemkab Jember mengadakan rapat koordinasi (rakor) di ruang rapat aula bawah barat di gedung Pemkab, Rabu, (13/9/2023).
Rakor dipimpin Asisten 2 Jupriono, ST.,M.Si dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan drh Andy Prastowo, M.Si. dengan melibatkan seluruh camat, penyedia beras yaitu Bulog kantor Cabang Jember, penyedia telur dan daging ayam PT Rajawali Nusindo serta Transporter yaitu PT Pos Kantor Besar Jember, PT Yasa Artha Trimanunggal.
“Rapat ini bertujuan untuk memastikan distribusi di lapangan berjalan baik dan tanpa penyimpangan,” ucap Jupriono usai rakor.
Total KPM penerima bantuan pangan BCP di Kabupaten Jember sejumlah 211.356.
“Ada bantuan lain selain beras yaitu telur dan daging ayam sejumlah 38.000 paket untuk keluarga risiko stunting,” imbuh Jupriono.
Mantan Kadis PU itu menambahkan, telur akan dipasok dari peternak ayam petelur Jember sendiri, bukan dari luar kabupaten. Sedangkan daging ayam, sebagian dari lokal dan sisanya dari luar Kabupaten Jember.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember Achmad Helmi Luqman, S.Sos mengatakan, pendistribusian bantuan pangan tahap kedua itu akan lebih baik dari sebelumnya.

“Ada kelemahan-kelemahan pada tahap pertama, misalkan data tidak valid,” kata Helmi sapaan Kadinsos Jember.
Untuk pendistribusian tahap kedua itu nanti akan ada form pengalihan penerima yang tidak valid.
Baca Juga : Mulai Hari Ini, Penyaluran Bantuan BCP Tahap 2 di Kabupaten Jember
“Yang berhak mengalihkan adalah kepala desa atau lurah sepengetahuan babinsa, bhabinkamtibmas, dan transporter. Ada berita acara transmisi,” terang Helmi.
Berkaca dari pembagian tahap pertama, transporter diharapkan datang tepat waktu karena, khususnya daging hanya memiliki beberapa jam saja untuk diedarkan, papar Helmi. Dari pantauan selama rakor, KPM bantuan pangan BCP tidak mencantumkan NIK. Sedangkan data KRS ada NIK-nya.
Transporter, bantuan pangan nasional ini, untuk pendistribusian BCP tahap kedua dari PT YAT. Sebelumnya PT Pos Indonesia.
Sedangkan transporter bantuan pangan untuk KRS berupa telur dan daging ayam tetap dari PT Pos Indonesia. Hingga berita ini ditayangkan, pihak transporter, PT YAT masih mengintegrasikan data dari Kemensos. Setelah selesai maka pendistribusian segera dilaksanakan. (sgt)
