JEMBER, BERNAS.ID – Evaluasi pelatihan kerja DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) Tahun Anggaran 2022 disertai presentasi beberapa peserta. Evaluasi digelar dalam Monev (monitoring evaluasi) Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember, Selasa, (31/10/2023).
Beberapa peserta, yang ikut pelatihan pada tahun lalu, dihadirkan untuk mendokumentasikan hasil yang pernah mereka pelajari. Ada yang di bidang pembuatan kue (roti), las besi, barista, salon kecantikan dan menjahit.
Elis, pada tahun lalu sebagai peserta pelatihan bidang salon kecantikan, menceritakan pengalamanya setelah lulus. Ia sekarang buka salon kecantikan sendiri. Sebelumnya ia bekerja sebagai karyawan di sebuah salon kecantikan.
Lain halnya dengan Emon. Pria muda ini sebagai peserta bidang menjahit pada pelatihan tahun lalu. Setelah lulus ia semakin dipercaya oleh majikannya untuk memegang pekerjaan konveksi yang skalanya lebih besar. Apalagi Emon. Saat ini sedang merintis usaha sendiri dan berusaha mengumpulkan modal.
Sedangkan Hotimah, peserta bidang roti, saat ini sudah dapat menerima pesanan kue-kue kering. Jika tidak ada pesanan, ia aktif menjual secara langsung.
Baca Juga : BLT DBHCHT 2023 Pemkab Jember, 3 Nilai Lebih Dari Tahun Lalu
Atas evaluasi pelatihan kerja DBHCHT yang disertai presentasi tersebut Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember Suprihandoko senang. “Saya melihat potensi sumber daya kita itu sangat luar biasa. Jadi dengan sentuhan pelatihan dasar saja saya melihat bahwa mereka sudah mulai berkembang,” ucap Supri sapaan usai acara.
Kadisnaker Kabupaten Jember yakin jika mereka diberi pelatihan lanjutan akan menjadi wirausahawan handal.
Untuk tahun 2024, jika Kabupaten Jember mendapat DBHCHT lagi, Disnaker akan membuat rencana pelatihan lanjutan. “Nanti pelatihan lanjutan, dengan harapan di tahap itu ada bantuan alat untuk mereka. Jadi, nanti per kelompok, begitu pulang pelatihan mereka bisa memproduksi,” ucap Supri.
Ia akan mengoordinasikan lintas sektoral dengan dinas perindustrian perdagangan, dinas koperasi terkait legalitas usaha hingga pemasarannya, pungkas Supri.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Tani Tembakau Kasturi Abdur Rahman juga mengapresiasi Pemkab Jember lewat Disnaker yang sudah mengupayakan pelatihan. Diketahui, Abdur Rahman-lah yang mengkoordinir peserta pelatihan kerja tersebut. (sgt)
