JEMBER, BERNAS.ID – Inflasi Kabupaten Jember pada bulan Desember Tahun 2023 terendah kedua se Jawa Timur. BPS mencatat angka inflasi Year on Year (YoY) sebesar 2,29 persen.
Angka tersebut jauh lebih rendah jika dibandingkan pada bulan yang sama tahun 2022, yakni 7,39 persen, tertinggi nomor 4 se Indonesia. Ini adalah kado istimewa untuk Kabupaten Jember yang ke-95, yang dirayakan setiap tanggal 1 Januari.
Prestasi gemilang itu berkat kerja keras TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) bersama Forkopimda Kabupaten Jember. Mereka selalu mengadakan rapat di setiap hari rabu, atau lebih dikenal dengan Si Rambo (Sinergi dan Kolaborasi Rapat Mingguan Setiap Hari Rambo) yang dipimpin langsung oleh Bupati Hendy Siswanto.
Kepala BPS Jember Tri Erwandi mengatakan, kepada awak media, ada yang istimewa pada saat merilis angka inflasi Kabupaten Jember bulan Desember ini.
“Inflasi kabupaten jember di bulan desember itu sebesar 0,22 sehingga angka kumulatif setahun atau year to year (YtY) itu juga bisa turun menjadi 2,29,” ucap Tri Erwandi usai menyampaikan data BPS kepada pemangku kepentingan terkait dan awak media di ruang lantai 2 kantor BPS Jember, Selasa (2/1/2024).
Baca Juga : Dinas Pertanian Sleman Jual Capai Murah Jaga Inflasi
Dan angka itu, sambung Tri, menduduki angka terendah kedua se Jawa Timur, di bawah Kota Banyuwangi. Bahkan di bawah inflasi nasional.
Perlu diketahui, hingga akhir tahun 2023 BPS mencatat di 90 kota seluruh Indonesia. Data inflasi Kabupaten Jember Month to Month (MtM) sebesar 0,22 persen, Jawa Timur 0,29 persen dan Nasional 0,41 persen. Inflasi Year to Year (YtY) Jember sebesar 2,29 persen, Jawa Timur 2,92 persen dan nasional 2,61 persen.
Tri Erwandi dalam keterangannya saat itu menjabarkan, kelompok pengeluaran terbesar penyumbang inflasi pada bulan November 2023 adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau, yakni sebesar 0,63 persen. Sedangkan komoditasnya, cabe merah 40 persen, cabe rawit 22,3 persen, beras 1,2 persen, bawang merah 12,49 persen, bawang putih 6,35 persen.
Sementara evaluasi sepanjang tahun 2023, Tri Erwandi mengingatkan agar Pemkab Jember mewaspadai beberapa komoditas yang sering muncul setiap bulannya sebagai penyumbang inflasi. “Beberapa komoditas perlu dicermati karena sering mengalami kenaikan terutama sering disebut yaitu cabe merah, cabe rawit, beras, bawang putih, bawang merah, gula pasir dan emas perhiasan,” ulas Tri.
Kepala BPS Jember memberikan saran bagaimana cara mengendalikan inflasi, yaitu dengan mencermati komoditas-komoditas yang pergerakan harganya cepat. “Seperti yang saya tadi sebutkan, khususnya ketersediaannya,” tandas Tri.
Pemkab Jember pada awal tahun 2023 pernah membagikan ratusan ribu bibit cabe kepada warganya, khususnya di perkotaan. Bibit itu untuk ditanam di pot-pot dalam program urban farming . Tetapi belum ada hasil yang signifikan dalam menurunkan laju harga cabe.
Menurut Fathoni, perwakilan dari KPwBI (Kantor Perwakilan Bank Indonesia) Jember, yang ikut rapat, rilis BPS, ada beberapa kajian dari tim Bi. Untuk tanaman cabe sangat dipengaruhi oleh pupuk dan cuaca. Ketika panas dalam waktu lama tanaman cabe butuh udara. Dan seketika hujan maka akan muncul hama yang menyerang tanaman sehingga cabe sulit berbuah.
Fathoni mengapresiasi Pemkab Jember dengan membangun pabrik pupuk organik. Ia berharap produksi pertanian, termasuk cabe, akan meningkat sehingga harganya bisa dikendalikan.
Senada dengan Fathoni, perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Jember menjabarkan alasan kurang suksesnya program urban farming.
Hasil panen tanaman cabe belum dapat disimpan secara lama. Sehingga ketika panennya anjlok tapi ketika permintaan tinggi barangnya kurang. (sgt)
