BANTUL, BERNAS.ID – Srisasanti Gallery mempersembahkan “Lupakan Wianta”, sebuah pameran karya dan arsip almarhum I Made Wianta (1949 – 2020) di Galeri R. J. Katamsi ISI Yogyakarta. Pameran ini menampilkan berbagai karya lukisan dan gambar I Made Wianta, serta sejumlah buku, foto, dan video performance art sebagai bentuk “pemanggungan arsip” (staging the archive).
Pameran ini tidak hanya menghadirkan seni arsip tetapi juga mendalami seni dalam berkarya dari seorang perupa yang mengedepankan keindahan.
Kurator sekaligus penulis pameran ini, Wahyudin, telah meneliti ratusan dokumen visual berupa kliping koran, majalah, buku, katalog, foto, video, dan gambar karya tentang I Made Wianta di dua studio-rumahnya di Denpasar, Bali. Wahyudin juga mewawancarai sejumlah kurator, penulis, perupa, dan kolektor di Ubud dan Denpasar.
Pameran ini menyoroti karya dan daya cipta I Made Wianta yang berdasar pada pikiran dan perasaan sang perupa, namun belum sepenuhnya diapresiasi dan diresepsi oleh pemirsa seni rupa. Kebelumselesaian ini memungkinkan pemirsa mengalami sejumlah petualangan intelektual dan emosional.
“Ada ribuan karya yang ditinggalkan beliau, tapi yang terpilih sekitar 113 karya,” ujar Wahyudi, Kamis 6 Juni 2024.
Baca juga: Pameran “Sekilas” Tampilkan Puluhan Karya Menarik Siswa SMSR
Judul pameran, Lupakan Wianta, terinspirasi oleh judul buku filsuf Jean Baudrillard, Forget Foucault (1977). Judul ini secara kontradiktif mengundang publik untuk mengingat dan menyadari sisi lain dari perkembangan estetis serta pencapaian artistik I Made Wianta.
Pameran ini merupakan usaha untuk menegaskan “lupa” sebagai rindu yang sempurna kepada I Made Wianta, sehingga ia tetap pantas dicatat dan mendapat tempat di dunia seni rupa Indonesia. Sejarah seni rupa Tanah Air sering kali menghapus nama dan karya perupa Indonesia dari catatan, rekaman, ingatan, atau kenangan setelah mereka meninggal dunia.
“Saya memilih memamerkan karya-karya I Made Wianta di lingkungan kampus ISI, di Galeri R. J. Katamsi, disertai dengan penerbitan buku ‘Lupakan Wianta’ yang ditulis oleh Wahyudin, agar peristiwa seni ini dapat menjadi ajang edukasi bagi kalangan anak muda, khususnya mahasiswa seni rupa dan juga seniman-seniman muda,” ujar E. St. Eddy Prakoso, Founder Srisasanti.
Baca juga: Kelompok Happy Colour Pamerkan Karya Lukis Di Greenhost Boutique Hotel
Pameran “Lupakan Wianta” berlangsung dari 8 Juni – 14 Juli 2024 di lantai 1, Galeri R. J. Katamsi, Yogyakarta. Jam buka pameran adalah Senin hingga Minggu, pukul 11:00 – 19:00 WIB. Pembukaan pameran akan diadakan pada Jumat, 7 Juni 2024, pukul 17:00 WIB. (den)
