YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta kembali menggelar Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2024 bertajuk ‘Siyaga’ dalam sastra dan budaya. Gelaran ini diawali dengan tumpengan dan doa bersama yang digelar Senin, 25 November 2024 di Hotel 101 Style Malioboro.
“Temanya selalu berkelanjutan dengan tema-tema sebelumnya,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, Yetti Martanti.
Ia menjelaskan, Siyaga dimaknai sebagai ancangan sikap pelaku dan penikmat sastra dalam menghadapi perubahan besar yang sedang terjadi, seperti arena, medan, ruang, dan media sastra yang tengah mengalami pergeseran signifikan. Selain itu, model produksi dan distribusi karya juga berdampak pada munculnya cara-cara baru dalam menikmati sastra. Untuk itu, FSY 2024 berupaya membaca kembali medan sosial sastra dalam ulang alik dinamika budaya.
Ia menjelaskan, Festival Sastra Yogyakarta adalah perayaan tahunan yang menyoroti keberagaman dan kekayaan karya sastra di Yogyakarta.
Acara ini sekaligus menjadi ajang berkumpulnya penulis, penyair, seniman dan pencinta sastra dari berbagai latar belakang untuk saling berinteraksi, berbagi karya dan memperkaya khazanah sastra nusantara.
Baca juga: Kompetisi Bahasa Dan Sastra Kota Yogyakarta 2024: Perkuat Jaringan Para Pelestari Sastra Tradisional
Yetti berharap, festival ini dapat memperkuat posisi Yogyakarta sebagai kota budaya, sekaligus kota sastra.
“Festival Sastra Yogyakarta menjadi perayaan hangat yang menyambut kembali pertemuan-pertemuan antar warga sastra se-nusantara di Kota Yogyakarta,” ujar Yetti.
Paksi Raras Alit selaku Ketua Pawiyatan FSY 2024 menambahkan, acara ini akan digelar di Taman Budaya Embung Giwangan. Sastra sebagai pokok dari kebudayaan menurut dia kurang banyak digelar acaranya.
“FSY selama empat tahun ini konsisten memberi ruang bagi sastra, agar Yogyakarta bisa menjadi ibu kota sastra di Indonesia,” ujar dia.
Baca juga: Alternate Universe dan Fanfiction: Kanvas Baru Sastra Kontemporer
Ia menjelaskan, rangkaian acara selanjutnya adalah Panggung Pembukaan di Amphitheater Taman Budaya Embung Giwangan, Kamis malam 28 November jam 19:30 WIB. Akan ada penyerahan penghargaan sayembara puisi dan penampilan talenta bahasa sastra Kota Yogyakarta, serta bintang tamu FRAU.
Selanjutnya akan digelar Gala Dinner Sastra Boga pada Jumat 29 November jam 19:30. Ini perayaan yang terinspirasi dari resep kuliner dalam naskah dan teks Sastra Jawa Klasik.
“Kita akan menikmati kreasi boga yang membawa kita pada filosofi masyarakat Jawa, kelezatan yang terwarisi dari masa ke masa, disertai rangkaian kisah budaya yang melatarinya,” ujar dia.
Setelah itu akan digelar Panggung Penutupan di Amphitheater Sabtu malam 30 November jam 19:30 WIB, bertajuk “Malam Ini Jokpin Akan Tidur di Matamu”. Acara ini akan menghadirkan bintang tamu Oppie Andaresta, dan juga Saras Dewi.
Kurator FSY 2024 Ramayda Akmal menambahkan, tema ‘Siyaga’ yang dipilih dalam gelaran ini diharapkan dapat mencerminkan sikap diri yang sadar akan sastra sehingga bisa menunjukkan perubahan besar yang tengah terjadi.
“Sastra yang siyaga juga berarti peka terhadap isu-isu kebangsaan di masa transisi, sigap menyuarakan permasalahan-permasalahan ekologis di lingkungan kita, dan terus menerus memperjuangkan kesetaraan dan kebebasan ekspresi bagi pegiat sastra di Indonesia,” imbuhnya. (den)
