JAKARTA, BERNAS.ID – Legislator Komisi C DPRD DKI Jakarta melakukan peninjauan langsung ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Buaran di Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, dan Cilincing Distribution Center (CDC), Jakarta Utara, pada Selasa (17/12/2024).
Peninjauan ini bertujuan memastikan program kerja Perumda PAM Jaya berjalan sesuai target.
Direktur Utama Perumda PAM Jaya, Arief Nasrudin, memaparkan bahwa saat ini cakupan distribusi layanan air bersih telah mencapai hampir 70 persen. Menurutnya, langkah signifikan tengah diupayakan untuk memenuhi target 100 persen layanan, salah satunya dengan tambahan pasokan air baku dari Waduk Jatiluhur, Jawa Barat, dan Bendungan Karian, Banten.
Baca Juga : Kejar Target 2030, Dirut PAM Jaya Kebut Infrastruktur Perpipaan
“Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR sudah menyiapkan dua bendungan, yakni Jatiluhur dan Karian. Jatiluhur merupakan sumber utama dengan kontribusi sebesar 82 persen dari total air baku PAM Jaya,” jelas Arief.
Lebih lanjut, Arief menyoroti peran Instalasi Pengolahan Air Buaran III yang sedang dibangun dengan kapasitas hingga 3.000 liter per detik. Infrastruktur ini diharapkan mampu melayani hingga 300 ribu sambungan baru.
“Kami optimistis, tahun ini PAM Jaya bisa menambah 50 ribu sambungan baru rumah tangga. Sementara di 2025 ditargetkan penambahan mencapai 130 ribu sambungan baru,” tambahnya.
Baca Juga : DPRD DKI Dorong Inovasi Pajak Daerah, Pimpinan Komisi E Soroti Pentingnya Reformasi dan Edukasi Wajib Pajak
Dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat, Arief menegaskan pentingnya sosialisasi kualitas air layak minum. PAM Jaya telah aktif melakukan sosialisasi di tingkat RT/RW hingga kelurahan dan berharap anggota dewan turut mendukung upaya ini di masa reses.
“Kami juga mendorong masyarakat untuk mengganti pipa lama dengan material food grade atau menggunakan water purifier, agar kualitas air yang tersalurkan benar-benar layak minum,” ujar Arief.
Ia menambahkan, PAM Jaya juga menyediakan solusi peralatan seperti purifier yang dapat dipasang langsung di wastafel maupun dispenser dengan sistem penyaringan air.
Dengan inovasi dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan, Arief optimis PAM Jaya dapat mencapai target 100 persen cakupan layanan air bersih di Jakarta pada 2030.
Sementara itu Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh langkah PAM Jaya dalam meningkatkan cakupan layanan distribusi air bersih di DKI Jakarta.
“Kami ingin memastikan program PAM Jaya berjalan sesuai target yang sudah ditetapkan. Alhamdulillah, kami melihat semua masih on the track,” ungkap Dimaz.
Dimaz juga mengapresiasi berbagai inovasi dan percepatan pembangunan yang dilakukan PAM Jaya dalam mewujudkan layanan air bersih yang merata di seluruh Jakarta.
“Kami apresiasi berbagai terobosan pembangunan yang dilakukan dengan cepat dan tepat. Mudah-mudahan, di 2030 nanti DKI Jakarta bisa mencapai 100 persen cakupan layanan air bersih,” ujarnya. (DID)
