YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) merayakan Dies Natalis ke-48 dengan semangat yang luar biasa melalui perhelatan akbar bertajuk Japan Mahakarya Matsuri (JMM), Jumat (24/5/2025).
Rangkaian acara tersebut menjadi ajang refleksi sekaligus lompatan visi UNMAHA sebagai kampus pencetak pengusaha yang bercita-cita menjadi universitas terkemuka di Asia.
Rektor UNMAHA, Ir. Tri Atmodjowati, MM, dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya atas terselenggaranya perayaan Dies Natalis yang sarat kolaborasi, kreativitas, dan semangat internasional.
Baca Juga : UNMAHA Gelar Dies Natalis ke-48 dengan Nuansa Jepang Bertajuk Japan Mahakarya Matsuri
“Hari ini adalah hari yang membanggakan buat saya. Akhirnya, Dies Natalis ke-48 Universitas Mahakarya Asia bisa kita selenggarakan dengan tema Japan Mahakarya Matsuri,” ujarnya.
Acara yang digelar di gelanggang kampus yang baru dicat oleh Pacific Paint itu dihadiri berbagai tamu kehormatan dari dalam dan luar negeri. Hadir antara lain CEO Astage Incorporation Mr. Hisashi Sakai yang juga mewakili Okayama University dan Fujiyama Kokusai Gakuin dari Jepang, serta perwakilan Japan Interstudy Center (JIC), Pacific Paint, dan LLDIKTI Wilayah V.
Tak hanya simbolik, kemitraan UNMAHA dengan pihak Jepang juga diwujudkan melalui program pengembangan kurikulum, budaya, bahasa, hingga program magang (internship) dan kerja ke Jepang seperti Tokutei Ginou. “Kami ingin membekali mahasiswa dengan pengalaman global yang konkret,” jelas Tri.
Baca Juga : Dorong Pembangunan Ekonomi dan Kualitas SDM, UNMAHA dan Pemkab Bantul Sepakati Kerja Sama Strategis
Rektor UNMAHA juga memperkenalkan nilai-nilai budaya kampus baru yang diberi nama GESIT, yakni: Gigih, Empati, Sinergi, Inovatif, dan Tanggung jawab. “Nilai ini akan menjadi napas baru UNMAHA. Kami ingin kampus ini bukan hanya tempat belajar, tapi juga ruang tumbuh budaya dan peradaban,” tegasnya.
Salah satu sorotan acara Dies Natalis ini adalah peluncuran Youth Entrepreneur Contest yang bekerja sama dengan Dinas Koperasi UKM DIY dan Kabupaten Sleman serta Indonesia Prima. Sebanyak 15 peserta dengan ide bisnis terbaik difasilitasi oleh business advisor dan angel investor untuk inkubasi startup. “Karena kampus ini adalah kampus pencipta pengusaha. Semua jurusan harus bisa jadi pengusaha,” tambahnya.
Dalam bidang seni, UNMAHA menggelar lomba mural yang diikuti muralis dari berbagai daerah di Indonesia. Hanya 15 karya terpilih yang menghiasi tembok kampus tahun ini, namun tahun depan direncanakan akan lebih besar. “Kalau perlu, kampus ini jadi kampus muralis. Kita siapkan wifi, mural, dan bahkan kafe untuk tempat nongkrong kreatif mahasiswa dan siswa SMA,” ujar Tri.
Perayaan juga diisi dengan berbagai atraksi budaya seperti tarian, seminar, prosesi sedekah bumi, hingga lukisan spiritual bertema “Masa Depan Mahakarya Asia” oleh pelukis nasional, Pak Dhani. Penampilan siswa SMA Negeri 4 Yogyakarta dan grup band turut memeriahkan acara hingga malam.
“Majulah Mahakarya Asia dengan semangat GESIT,” tutup Tri Admojowati. (DID).
