YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) merayakan Dies Natalis ke-48 dengan mengusung tema Japan Mahakarya Matsuri (JMM), sebuah perayaan kolaboratif yang menggandeng akademisi, seniman, dan pelaku industri dari Jepang. Puncak acara digelar meriah di kampus Unmaha, Sleman, dengan dihadiri berbagai tamu undangan dari dalam dan luar negeri.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Dies Natalis ke-48, Sukasmanto SE, M.Si., menjelaskan bahwa pemilihan tema JMM bukan tanpa alasan. “Sebagai universitas yang membawa nama Mahakarya Asia, kami punya visi untuk menjadi perguruan tinggi terkemuka di Asia. Karena itu, kami mulai menggandeng mitra dari Jepang sebagai langkah awal,” ujarnya.
Baca Juga : Dorong Pembangunan Ekonomi dan Kualitas SDM, UNMAHA dan Pemkab Bantul Sepakati Kerja Sama Strategis
Sukasmanto menyampaikan bahwa perayaan Dies Natalis ke-48 bukan sekadar acara seremonial, melainkan rangkaian kegiatan yang sudah berlangsung sejak beberapa waktu sebelumnya. Salah satu program unggulan adalah Youth Entrepreneurs Contest (YIC), ajang kompetisi ide usaha yang melibatkan mahasiswa dan generasi muda kreatif. Tiga pemenang terbaik YIC nantinya akan mewakili Indonesia dalam Asian Youth Entrepreneur Festival di Filipina.
Tak hanya bidang kewirausahaan, berbagai lomba juga digelar dalam semangat mengapresiasi seni, budaya, dan akademik, antara lain Lomba Mural, Lomba Manga, dan Lomba Anime. “Kami mengucapkan terima kasih kepada para seniman mural yang telah memperindah dinding kampus dengan karya-karya luar biasa,” kata Sukasmanto.
Baca Juga : Dies Natalis ke 48 Universitas Mahakarya Asia Bertabur Apresiasi Seni, Juara, Bertaburan Hadiah
Puncak acara JMM juga dihadiri oleh tamu-tamu kehormatan, di antaranya Ketua Yayasan Cendekia Indonesia (YCI) Sleman Putu Putra Yasa, Rektor Universitas Mahakarya Asia Ir. Tri Atmodjowati, perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta, serta mitra internasional seperti Mr Hisashi Sakai dari Astage Incorporation dan perwakilan dari Japan Intestudy Center (JIC).
Sukasmanto menambahkan bahwa ke depan Universitas Mahakarya Asia akan terus memperluas kerja sama internasional, terutama dengan lembaga-lembaga di Jepang dalam bidang kurikulum, bahasa, budaya, hingga program magang dan kerja di luar negeri seperti Tokutei Ginou.
“Kami ingin kampus ini bukan hanya mencetak sarjana, tetapi juga pengusaha dan profesional yang siap bersaing di level global,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Sukasmanto menyampaikan harapan agar semangat kolaborasi yang dibangun dalam Dies Natalis ke-48 dapat menjadi energi positif untuk terus tumbuh dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. “Sekarang perguruan tinggi harus hadir sebagai agen perubahan yang memberikan kontribusi nyata bagi publik,” pungkasnya. (DID)
