JEMBER, BERNAS.ID – English First bertransformasi menjadi English 1 Indonesia setelah 30 tahun eksis. Cabang di Kabupaten Jember juga berubah tampilannya dengan new look yang lebih elegan.
Peresmian brand new look English 1 Jember terasa istimewa karena langsung dihadiri oleh Michael Pranoto, Director English 1 Indonesia. Turut diundang juga para alumni (EF) yang sukses dan berkarya di Jember. Tidak lupa mengundang Kepala Daerah setempat, Jember, (18/7/2025).
Baca juga: Disparbud Jember Benahi Obyek Wisata Air Terjun Antrokan dengan Serius
Bupati Jember yang diwakilkan Kepala Bidang SMP, Tulus Wijayanto, mengatakan dalam sambutan tertulisnya bahwa bahasa Inggris adalah jembatan untuk melihat dunia.
Momen ini menurut Gus Fawait sapaan Bupati Jember, merupakan momen tepat untuk melakukan perubahan branding. Ia percaya English 1 Indonesia perubahan juga terjadi di dalam.
Gus Fawait menekankan, kemampuan berbahasa Inggris saat ini merupakan kebutuhan masyarakat dalam dunia global.
Bupati Fawait mengucapkan selamat atas perubahan nama English First menjadi English 1 Indonesia.

Sementara itu, Tulus Wijayanto juga memberikan apresiasi kepada English 1 Jember, yang dulu bernama English First Jember. Masa kecilnya dulu di era tahun 2000-an dijalani di Kabupaten Lumajang, hanya bisa mendengar nama English First (EF).
Bahkan Tulus kecil hanya bisa bermimpi, tapi hari ini ia mewakili Gus Fawait masuk ke EF yang berubah menjadi English 1 Jember.
Sementara itu, Stefany Andria selaku Center Director English 1 Jember, menyebutkan keberadaan lembaga itu sudah 26 tahun di Jember.
“Saat ini murid kami ada 700 an,” ungkap Stefany usai peresmian.
Baca Juga : Dukung Kawasan Bahasa Asing, PT MCI Launching English Camp
Stefany menyebutkan, perubahan nama itu merupakan proses transformasi yang perlu dilakukan setelah 3 dekade English First (EF) hadir di Indonesia.
“Ini merupakan evaluasi komitmen kami dalam menghadirkan pengalaman terbaik belajar bahasa Inggris dan mencetak murid gemilang yang relevan masa kini,” terang Stefany.
Usai pemotongan pita, para undangan diajak berkeliling ke tiap ruang kelas oleh MC Aditya, yang juga pengajar di sana. Di antara mereka ada alumni EF yang sengaja diundang untuk membagikan pengalamannya. (sgt)
