YOGYAKARTA, BERNAS.ID- Dalam kunjungan kerjanya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, akrab disapa Gus Ipul mengatakan Kementerian Sosial (Kemensos) memerlukan bantuan dari TNI dan Polri dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Selain kedisiplinan, peran TNI Polri akan dilibatkan dalam proses evaluasi Sekolah Rakyat.
“Kami telah melakukan evaluasi terkait dengan Sekolah Rakyat, termasuk menjaga kesehatan anak-anak melalui pemenuhan gizi, membiasakan olahraga, dan disiplin kepada peserta didik,” tutur Gus Ipul sesuai mengunjungi Sekolah Rakyat (SR) 19 Sonosewu, Bantul, Selasa (9/9/2025).
Baca Juga Dokter di DIY Gelar Doa Bersama Sikapi Kebijakan Menteri Kesehatan
Gus Ipul pun menyebut secara keseluruhan Sekolah Rakyat beroperasi dengan baik, meskipun ada tantangan yang harus dihadapi, seperti pemenuhan sarana dan prasarana serta tenaga pendidik.”Kalau ada kekurangan wali asuh, wali asrama, sekuriti, semua bisa kita penuhi secara bertahap,” katanya.
Mensos pun menekankan pentingnya menjaga lingkungan sekolah dari perundungan, kekerasan fisik, dan intoleransi. “Saya mengharamkan tiga itu terjadi, yakni bullying, kekerasan fisik dan seksual, serta intoleransi,” ujarnya.
Ke depan, Kemensos menargetkan pembentukan 65 Sekolah Rakyat baru yang tersebar di seluruh Indonesia. “Kami ingin merata di semua pulau, dari Aceh sampai Papua, dan semua provinsi sudah bisa terjangkau, meskipun ada beberapa yang belum,” katanya.
Sebelumnya, Gus Ipul juga mengakui program Sekolah Rakyat masih menghadapi sejumlah kekurangan mendasar seperti sarana prasarana seperti dapur, toilet, dan ketersediaan air bersih, serta kekurangan sumber daya manusia (SDM) pengajar dan pengasuh. Evaluasi ini disampaikan setelah meninjau kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 14 di Kota Batu, Jawa Timur, pada Senin (8/9/2025). (*)
