JEMBER, BERNAS.ID – Pemerintah Indonesia menerbitkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi warga yang berumur 17 tahun. Ketentuan ini berlaku secara nasional. Rata-rata mereka saat itu sedang bersekolah di tingkat SMA sederajat. Mereka dicatat dan direkam data diri, untuk diterbitkan KTP-el sebagai identitas diri.
Anak usia 17 tahun, dari sisi psikologi, berada pada masa pencarian jati diri. Momen perekaman KTP bisa menjadi bagian dari pencarian jati diri bagi mereka.
Baca juga: Disdukcapil Jember Genjot Perekaman KTP-el Pemula dengan Jempol Disko
Sebut saja Intan Nur Anggraeni, seorang pelajar SMAN 5 Jember, tampak tersenyum saat duduk di kursi perekaman KTP-el, Senin, (15/9/2025).
Awalnya Intan memakai seragam sekolah, tetapi ada informasi dari sekolah untuk perekaman bisa memakai baju bebas. Intan pun berganti baju.
Begitu dipanggil oleh petugas Disdukcapil Jember ia maju ke kursi perekaman. Sedikit lama karena jaringan WIFI sekolah saat itu sedikit lemot. Sambil duduk dengan gaya sigap Intan tampak banyak tersenyum. Entah apa yang dia pikirkan.
Setelah jaringan tersambung proses perekaman dimulai. Intan mengikuti prosedur perekaman mulai dari pengambilan foto, sidik jari, pupil mata hingga tanda tangan elektronik.
“Pelayanan di sini cukup ramah dan baik, dan mungkin karena keterbatasan internet, terkendala sedikit. Tapi saya senang sekali bisa rekam KTP di sekolah. Petugasnya ramah, fotonya bisa diulang, tanda tangannya bisa diulang. Semoga ke depannya terus lancar,” ungkap Intan pelajar kelas XI-4 SMAN 5 Jember.
Usai perekaman Intan tampak ceria. Seolah satu tahapan hidupnya terlalui dengan baik. Ia akan menunggu beberapa hari untuk menerima keping KTP-el.
Baca juga: Cara Ngurus KTP-el Nggak Pakai Antri Lama di Kantor Disdukcapil Jember
Menurut petugas Disdukcapil di lokasi perekaman saat itu, biasanya membutuhkan waktu sekitar seminggu dua minggu akan selesai. Pencetakan dilakukan secara kolektif bagi mereka yang mengikuti perekaman pemula. Total perekaman pemula di SMAN 5 Jember berjumlah 46 orang.
Sementara itu Kepala SMAN 5 Jember Muhammad Luthfi Helmi, S.Pd., M.Pd, mengapresiasi langkah aktif Disdukcapil Jember dalam melayani kebutuhan administrasi kependudukan siswanya.
“Sudah seharusnya sebagai warga negara beridentitaskan yang sesuai, punya KTP. Alhamdulillah dari pihak Disdukcapil punya program yang pas dengan kebutuhan kita,” ucap Lutfhi saat dimintai tanggapannya.
Dengan memiliki identitas diri yang sah, berupa KTP-el, siswanya makin percaya diri sebab sebagian jati dirinya sudah ditemukan. (sgt)
