YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Sebanyak 1.681 siswa Muhammadiyah dari lima kabupaten/kota di DI Yogyakarta siap bersaing dalam Olympiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) Sekolah/Madrasah Muhammadiyah ke-VIII Tingkat Wilayah DIY, yang digelar pada 22–23 November 2025. Ajang ini menjadi tahap penting menuju OlympicAD Nasional 2026 di Makassar.
Ketua Penyelenggara OlympicAD DIY, Dr. Sarjilah, menyampaikan bahwa OlympicAD tingkat wilayah ini merupakan seleksi resmi untuk menentukan duta DIY pada tingkat nasional.
“Ini ajang seleksi wilayah. Para juara nanti akan kami kirimkan mewakili DIY ke OlympicAD Nasional 2026 di Makassar,” ujarnya, Rabu (20/11/2025) saat menggelar konferensi pers di PWM DIY.
DIjelaskan Sarjilah, para peserta yang tampil merupakan perwakilan dari PDM se-DIY. Setiap daerah mengirimkan maksimal lima peserta pada masing-masing cabang lomba sesuai hasil seleksi tingkat kabupaten/kota.
“Total terdapat 27 cabang lomba yang diikuti siswa dari seluruh jenjang sekolah dan madrasah Muhammadiyah,” katanya.
BACA JUGA: Pelepasan Kafilah DIY Ikuti OlympicAD VII di Bandung
Pelaksanaan kompetisi dibagi di lima lokasi sesuai kategori lomba. SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menjadi pusat olimpiade mata pelajaran seperti matematika, fisika, kimia hingga astronomi. SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta menggelar cabang bahasa seperti Ismu in Arabic, Ismu in English, Story Telling, Da’wah Digital hingga News Reading.
Sementara itu, cabang keislaman seperti Tilawah, Fahmil Qur’an, Hifdzil Qur’an, dan Kaligrafi dipusatkan di SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Adapun SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta menjadi tuan rumah untuk lomba non-akademik seperti Esport, Robotik, Film Indie, dan Musikalisasi Puisi. Untuk kategori inovasi pendidikan dan karya ilmiah, kegiatan berlangsung di UAD Kampus 1B, meliputi Best Practice, Inovasi Pembelajaran, Business Plan, KTI, hingga Desain Poster.
Dengan total peserta mencapai ribuan dan cakupan lomba yang luas, OlympicAD 2025 wilayah DIY menjadi salah satu perhelatan pendidikan Muhammadiyah terbesar tahun ini. Harapannya, para juara bukan hanya mengharumkan nama daerah, namun juga mampu memberikan prestasi terbaik di Makassar pada 12–14 Februari 2026 mendatang.
Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY, Achmad Muhamad, M.Ag., menegaskan bahwa OlympicAD bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan bagian dari tradisi besar dalam sejarah pendidikan Muhammadiyah.
Ia mengingatkan bahwa sejak era 1925-an, kompetisi yang dahulu dikenal sebagai Congres Moerid telah menjadi ruang silaturahmi dan pembinaan semangat berprestasi.
BACA JUGA: Muhammadiyah DIY Kirim 1.310 Peserta OlympicAD
“Olympiade merupakan tradisi besar yang diwariskan para pendahulu Muhammadiyah. Semangat berkompetisi yang berlandaskan nilai perjuangan harus menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh peserta. Begitu pula nilai kejujuran dan sportivitas dalam membangun persaingan yang sehat,” katanya. (cdr)
