YOGYAKARTA, BERNAS ID – DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses mengelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda), di Hotel Kayla, Gedongtengen, Kota Yogyakarta, Rabu (10/12/2025). Diantara rumusan hasil Rakerda itu adalah kesiapan PSI DIY mengamankan 1 kursi DPR RI dari daerah pemilihan DIY serta tercapainya fraksi di masing-masing DPRD di DIY, pada pemilu 2029 mendatang.
Ketua DPW PSI DIY, Mayor (Purn) Sunaryanta, mengatakan Rakerda ini bertujuan untuk menekankan etos kader agar senantiasa dekat dengan rakyat.
Sehingga, penguatan-penguatan politik, sekaligus perumusan program kerja kepartaian ke depan harus digodog matang, supaya pelaksanaannya tepat sasaran.
Baca Juga: KPK Dorong Kampus Terapkan Good University Governance untuk Cegah Korupsi
“Kader harus memiliki semangat dan kiprah bagaimana memperjuangkan PSI, memperjuangkan, memikirkan bangsa dan negara, untuk mewujudkan keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan,” tegas Bupati Gunungkidul periode 2021 – 2025, itu.
Meski tidak berhasil menempatkan wakil di Senayan pada Pemilu 2024 lalu karena terganjal parliamentary threshold, PSI DIY disebut punya kans mengamankan minimal satu kursi DPR RI di 2029.
Menurut Satya Bramantyo, simpatisan yang didapuk menjadi moderator Rakerda, target politik yang dipasang PSI DIY pada pemilu mendatang cukup tinggi. Partai berlambang gajah itu diarahkan dapat memenuhi teruntuknys fraksi di masing-masing DPRD di DIY.
“Target atasnya itu. Kalau target 1 kursi DPR RI berdasarkan hasil pemilu 2024, kita sudah tercapai hanya saja secara nasional masih dibawah Parliementary Threshold (PT) 4%,” ucapnya.
Di DIY, suara PSI mencapai sekitar 65.000, yang secara hitungan murni berpotensi mendudukkan satu anggota DPR RI andai parliamentary threshold secara nasional, terpenuhi.
“Kalau dengan perhitungan itu, kemudian menghitung (pemilih) muda dan milenial sekarang di angka 65 (persen), itu kan mampu, seharusnya mampu,” ungkapnya.
Ia menyebut, track record PSI hingga hari ini masih sangat menarik bagi para milenial, seiring kehadiran figur-figur muda, seperti Kaesang Pangarep di kursi Ketua Umum.
Namun, pihaknya menyadari bahwa meraih hati milenial bukan serta merta mengamankan suaranya, karena karakter yang cenderung swing voters.
“Menurut saya, yang paling sulit itu mengajak teman-teman milenial mau datang ke TPS. Terus terang, itu sudah susah, jadi pekerjaan rumah bagi PSI,” tandasnya.
”Banyak yang, ‘Wah, PSI keren, Mas’. Tapi, ketika ditanya ‘Kamu nyoblos enggak?’ Dia bilangnya ‘Saya ketiduran, Mas’ begitu,” tambah Bramantyo, diikuti gelak tawa.
Lebih lanjut, dalam forum rakerda tersebut Bramantyo menyoroti kehadiran narasumber independen yang pernah berinteraksi di Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), yang menyampaikan pesan penting bahwa PSI merupakan partai yang inklusif.
“Secara politik dan ideologi, PSI jelas berseberangan dengan HTI yang dibubarkan pada era kepemimpinan Pak Presiden Joko Widodo (Jokowi),” tegas Bramantyo.
Baca Juga: Terpilih Ketua Golkar Kota Jogja, Affan Tancapkan Tiga Komitmen
“Ini membuktikan PSI sangat inklusif. Kita bisa merangkul teman-teman yang dulu berseberangan dengan kita. Karena kita adalah pendukung Pak Jokowi, sementara Pak Jokowi yang membubarkan mereka (HTI),” ungkapnya, kembali.
Diketahui, PSI DIY saat ini memiliki satu-satunya perwakilan yang duduk di DPRD DIY yaitu Stevanus Cristian Handoko. (Age)
