YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Aksi nyata terkait kepedulian lingkungan sangatlah dibutuhkan. Karena itu Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Yogyakarta, Wisnu Sabdono Putro, mengajak masyarakat untuk senantiasa menebar kebaikan dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui aksi tanam pohon.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penghijauan, tetapi juga membawa pesan filosofis mendalam yang sejalan dengan identitas Yogyakarta.
Aksi penanaman pohon ini diawali di depan Gedung DPRD Kota Yogyakarta, Jalan Ipda Tut Harsono dan area sekitarnya, dengan menanam Pohon Sawo Kecik. Pohon tersebut merupakan salah satu jenis flora yang menjadi identitas Yogyakarta.
Baca Juga : DPRD Jogja Dorong Sinergitas OPD
“Sawo Kecik merupakan salah satu pohon identitas di Yogyakarta. Maknanya adalah agar setiap individu selalu menonjolkan sikap kebecikan atau kebaikan, berhati bersih, dan berperilaku baik. Saya berharap rekan-rekan di dewan ini maupun masyarakat luas memiliki sikap-sikap itu,” ujar Wisnu Sabdono Putro, di sela aksi penanaman, Sabu (13/12/2025), pagi.
Terdapat tiga bibit Pohon Sawo Kecik yang ditanam di kawasan gedung dewan tersebut. Jumlah itu juga memiliki makna filosofis dalam budaya Jawa, yang berarti ‘Jangkung’ atau menjangkau. Harapannya, sebagai orang nomor satu di lembaga dewan Wisnu Sabdono Putro mampu menjangkau seluruh elemen baik para anggota dewan maupun di tingkatan sekretariat untuk senantiasa menebar kebaikan dan kebajikan.
Selain menanam pohon di kawasan gedung DPRD Kota Yogyakarta, kegiatan kemudian dilanjutkan di kawasan Plunyon Kalikuning yang berada di lereng Gunung Merapi. Di lokasi ini, dipilih penanaman Pohon Pronojiwo. Penanaman di kawasan yang vital bagi Yogyakarta ini juga memiliki pesan filosofis kuat.
Pohon Pronojiwo, selain memiliki manfaat besar bagi lingkungan, juga dikenal memiliki kandungan obat herbal yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Apalagi pohon endemik pegunungan ini termasuk pohon langka lantaran akibat pengambilan yang berlebihan. Sehingga perlu ada upaya nyata untuk melestarikan dan menjaga ekosistem lingkungan. Terdapat sepuluh bibit Pohon Pronojiwo yang ditanam di kawasan itu.
Jumlah itu pun memiliki nilai sebagai kesempurnaan yang berharap harmoni alam semesta yang lestari menjadikan kehidupan yang semakin sempurna.
Gunung Merapi sendiri, seperti diketahui, merupakan ‘napas’ bagi Yogyakarta dan sekitarnya, berfungsi sebagai sumber mata air utama yang menghidupi masyarakat, serta penghasil oksigen tak terhingga dari keasrian alamnya.
Baca Juga: DPRD Jogja, Efisiensi Tak Menyurutkan Pembahasan Raperda
Ia menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai warisan. “Harmoni alam semesta harus terus dipupuk dan dijaga bersama. Keasrian alam yang kita nikmati saat ini adalah hasil kiprah para pendahulu. Kita berkewajiban menjaga kelestarian ini dan mewariskannya pada generasi yang akan datang. Alam yang dijaga, maka kehidupan akan lestari,” tegasnya.
Dalam aksi cinta lingkungan ini, Ketua DPRD Kota Yogyakarta turut mengajak sekitar 100 warga untuk berpartisipasi. Mereka tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menyusuri kawasan lereng Merapi. Kegiatan ini menjadi momen untuk meresapi keindahan alam sekaligus melakukan olah jiwa dan olah raga. (Age)
