YOGYAKARTA, BERNAS.ID — SMK Negeri 1 Depok Sleman menggelar kegiatan pembelajaran luar kelas bertajuk Table Manner di Royal Darmo Malioboro Hotel Yogyakarta, Rabu (7/1/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh siswa Kelas X Program Keahlian Bisnis Digital dan Bisnis Retail sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan dan keterampilan praktis siswa di dunia industri, khususnya perhotelan dan pemasaran.
Baca Juga : Memotivasi Peserta Didik, PKBM Reksonegaran Gelar Kunjungan Edukatif ke Royal Darmo Malioboro Hotel
Kepala SMK Negeri 1 Depok, Yusuf Supriyanto, S.Pd., menyampaikan, bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada etika makan formal, tetapi juga mencakup pengenalan dunia perhotelan secara menyeluruh, serta pemahaman dasar tentang digital marketing.
“Kami berharap siswa tidak hanya memahami tata cara makan yang baik, tetapi juga mengenal budaya kerja di hotel, sistem komunikasi, hingga strategi pemasaran yang diterapkan di industri perhotelan,” ujar Yusuf.

Lebih lanjut, Yusuf menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh dalam proses pemasaran. Menurutnya, siswa harus memahami secara mendalam produk atau layanan yang akan mereka pasarkan, termasuk nilai-nilai kerja, etika, dan budaya yang melekat di dalamnya.
“Ketika siswa belajar tentang pemasaran, mereka juga harus tahu apa yang dipasarkan. Itu artinya mereka perlu memahami budaya kerja, etika, dan sistem yang ada di dalam industri tersebut,” tambahnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan pembelajaran kontekstual yang diterapkan oleh sekolah, di mana proses belajar tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di lapangan.
Sementara itu, General Manager Royal Darmo Malioboro Hotel Yogyakarta, Joko Paromo, menyambut baik kolaborasi ini.
Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh SMK Negeri 1 Depok dan berharap sinergi ini dapat terus berlanjut.
Baca Juga : Begini Peran Hotel Ambarrukmo Usai Kemerdekaan Indonesia
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari Pak Yusuf dan SMK Negeri 1 Depok. Ini adalah bentuk kolaborasi yang saling mengisi. Harapannya, siswa-siswa ini nantinya tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja,” ungkap Joko.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menjembatani dunia pendidikan dan dunia industri, sekaligus membekali generasi muda dengan keterampilan dan karakter yang dibutuhkan di masa depan. (cdr)
