YOGYAKARTA, BERNAS.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bersama GoPay resmi meluncurkan inisiatif digitalisasi musisi jalanan di kawasan Malioboro.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mendukung Malioboro sebagai sumbu filosofi Yogyakarta yang telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia.
Melalui kerjasama dengan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta dan UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya, para musisi jalanan kini dapat menerima apresiasi dari masyarakat secara nontunai menggunakan QRIS melalui aplikasi GoPay Merchant.
Baca Juga : Kini Lebih Aman dan Praktis Pakai GoPay di Aplikasi MyBlueBird
Inovasi ini memungkinkan musisi mencairkan dana kapan saja tanpa biaya tambahan ke berbagai rekening bank.
“Misi kami di GoPay adalah membuka akses layanan keuangan seluas-luasnya, termasuk bagi pekerja harian dan pelaku UMKM,” ujar Haryanto Tanjo, Head of GoPay Merchants, Kamis (15/1/2026).
“Kami bangga mendukung Pemkot Yogyakarta dalam membangun ekosistem digital terintegrasi, termasuk melalui implementasi QRIS dan transaksi nontunai,” imbuhnya.
Langkah ini tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga memperkuat posisi musisi jalanan dalam ekosistem ekonomi kreatif. Dengan sistem pembayaran modern, para seniman dapat mengelola keuangan secara mandiri dan lebih profesional.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menegaskan pentingnya peran musisi jalanan dalam kehidupan budaya Malioboro.
“Malioboro bukan sekadar destinasi wisata, tapi juga ruang hidup bagi seniman lokal. Lewat digitalisasi ini, kami ingin menghadirkan akses teknologi finansial yang inklusif hingga ke sektor budaya dan industri kreatif,” jelasnya.
Transformasi ini hadir seiring lonjakan transaksi digital di Daerah Istimewa Yogyakarta. Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa hingga September 2025, nilai transaksi QRIS di DIY mencapai Rp41,09 triliun—melonjak 237,19% dibanding tahun sebelumnya.
Baca Juga : Hasto Siapkan Payung Hukum Musisi di Malioboro
Volume transaksi pun meningkat menjadi 486 juta kali, dengan hampir satu juta pengguna QRIS dan lebih dari 987 ribu merchant aktif.
Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi dapat menjadi jembatan antara pelestarian budaya dan kemajuan zaman.
Dengan semangat kolaborasi, Malioboro tak hanya menjadi ikon sejarah, tetapi juga simbol inovasi budaya yang terus hidup dan berkembang.
Apakah Anda tertarik melihat bagaimana musisi jalanan Malioboro tampil dengan sentuhan digital? (*/cdr)
