SLEMAN, BERNAS.ID- Status Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Sadewa kini resmi berubah menjadi Rumah Sakit Umum (RSU) Sadewa. Status RSU ditetapkan seiring kebijakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menghapus nomenklatur rumah sakit khusus dan menggantinya dengan Rumah Sakit Berbasis Kompetensi.
Direktur Utama RS Sadewa, Joko Hastaryo menyatakan RSKIA Sadewa sudah resmi bertransformasi menjadi rumah sakit umum berbasis kompetensi. Dua syarat mutlak telah terpenuhi untuk menjadi rumah sakit umum, yakni kepemilikan minimal 50 tempat tidur dan sedikitnya memiliki dua area kompetensi dari 24 kompetensi yang ditetapkan Kemenkes.
“Alhamdulillah, bed kami sekarang sudah 68. Dari sisi kompetensi, minimal hanya dua, tapi RS Sadewa sudah memiliki 10 area kompetensi. Jadi secara syarat kami sudah terpenuhi semuanya,” katanya saat di RS Sadewa, Senin (9/2/2026).
Baca Juga Minat Warga Sleman Aktifkan IKD dan Manfaatkan Layanan Online Rendah
Joko mengatakan perubahan status ini ditandai dengan penyerahan simbolis izin operasional rumah sakit umum dari pemerintah Kabupaten Sleman kepada manajemen RS Sadewa. “Perubahan status ini sejatinya bukan inisiatif internal rumah sakit, melainkan bentuk kepatuhan terhadap regulasi terbaru Kemenkes,” katanya.
Joko mengatakan tantangan menjadi status RSU ke depan tidak ringan mengingat di DIY telah memiliki 86 rumah sakit umum. “Strateginya tentu harus berubah. Tapi kami tetap optimistis karena seluruh jajaran manajemen dan karyawan siap beradaptasi,” katanya.
Joko mengatakan sebagai bagian dari transformasi, RSU Sadewa akan menambah sejumlah layanan spesialis baru antara lain cuci darah atau hemodoalisa.
“Sebanyak 125 temuan jangka pendek telah diselesaikan, sementara sisanya masuk kategori jangka menengah dan panjang. Temuan yang jangka menengah kami targetkan selesai enam bulan ke depan, sekitar Juli. Untuk jangka panjang kami targetkan rampung sepanjang 2026, termasuk pengadaan alat-alat besar seperti CT scan,” terangnya.
Joko mengatakan, saya menegaskan seluruh pembiayaan pengembangan dilakukan secara mandiri karena RS Sadewa merupakan rumah sakit swasta. “Dengan perubahan ini, RSU Sadewa berharap dapat terus berkontribusi dalam pelayanan kesehatan masyarakat serta memperluas jangkauan layanan secara berkelanjutan,” tutupnya. (jat)
