JAKARTA, BERNAS.ID – Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan modernisasi kota harus tetap berakar pada identitas dan karakter lokal. Hal itu disampaikan AHY saat berdialog dengan generasi muda dalam acara Ngobrol Santai Bareng Mas AHY di Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (6/3/2026).
Dalam pertemuan yang dihadiri berbagai komunitas Gen Z Jakarta itu, AHY menilai pembangunan kota global tidak boleh meninggalkan jati diri daerah.
“Bolehlah kotanya global, tetapi tetap harus punya akar yang kuat pada karakteristik dan keunikan lokal. Jadi global, tapi tetap kuat pada identitas Indonesia maupun daerah,” ujar AHY.
AHY mengatakan aspirasi generasi muda penting didengar karena mereka akan menjadi bagian utama dalam pembangunan di masa depan. Menurutnya, generasi Z memiliki keberanian dan sikap kritis yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan.
Baca Juga : Menko AHY Akan Hadiri TYI Lecture Series di Yogyakarta
Ia menegaskan pembangunan infrastruktur ke depan tidak boleh hanya berfokus pada proyek fisik seperti jalan dan jembatan. Infrastruktur juga harus mendukung akses pendidikan, kesehatan, serta ruang kreatif bagi anak muda.
“Selain infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan, kita juga harus memperhatikan sektor pendidikan agar semakin baik, termasuk fasilitas kesehatan yang harus mudah diakses masyarakat,” kata AHY yang juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan itu.
Menurutnya, kota modern juga perlu menyediakan lebih banyak ruang kreatif bagi generasi muda untuk mengekspresikan gagasan dan karya.
“Kita berharap ke depan hadir sentra-sentra kreatif yang memberi ruang luas bagi generasi muda, khususnya di Jakarta, untuk berkreasi dan mengekspresikan karya. Itu ciri kota modern dan maju,” ujarnya.
AHY menegaskan generasi muda tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan. Aspirasi mereka harus dilibatkan dalam proses pengambilan kebijakan.
“Dengan begitu kebijakan yang dihasilkan benar-benar mengakomodasi aspirasi generasi muda. Mereka tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek pembangunan,” katanya.
Baca Juga : Demokrat Rayakan HUT ke-24, Mujiyono: Untuk Rakyat Dapatkan Kesejahteraan Nyata
Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Mujiyono, menilai gagasan pembangunan yang melibatkan generasi muda sejalan dengan kebutuhan Jakarta sebagai kota global. Menurutnya, Jakarta membutuhkan lebih banyak ruang kreatif dan fasilitas publik yang mendukung aktivitas anak muda.
“Jakarta membutuhkan lebih banyak ruang kreatif dan fasilitas publik yang mendukung aktivitas generasi muda. Aspirasi anak muda harus menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan kota,” kata Mujiyono.
Acara dialog tersebut diinisiasi anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Demokrat, Andika Wisnuadji Putra Soebroto. Ia mengatakan kegiatan itu menjadi ruang komunikasi antara pemimpin nasional dengan generasi muda agar aspirasi mereka dapat disampaikan secara langsung.
“Generasi muda membutuhkan ruang dialog terbuka dengan para pemimpin. Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan komunikasi yang lebih dekat, santai, tetapi tetap substansial,” kata Andika.
Dialog berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta, mulai dari isu pembangunan infrastruktur, peluang generasi muda dalam pembangunan nasional, hingga harapan terhadap masa depan Indonesia.
Acara ini juga dihadiri Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron, Ketua Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta Ali Muhammad Johan, serta Ketua DPC Demokrat Jakarta Barat Wita Susilowati. (DID)
