Bernas.id – Pulau Bali sangat identik dengan tempat wisata yang diburu masyarakat lokal sampai mencanegara. Di balik keindahan yang dimiliki Bali, ternyata ada banyak hal yang bisa kamu pelajari loh terutama yang berkaitan dengan budaya.
Saat menginjakkan kaki di tanah Bali pasti tidak asing lagi dengan jenis pakaian adat yang dipakai masyarakat setempat. Pria Bali akan terlihat gagah dengan pakaian adatnya. Sedangkan perempuannya akan sangat anggun dengan balutan kebaya warna putih atau warna lainnya yang dipadukan dengan bawahan berupa kain batik dilengkapi ikat pinggang dan bunga yang diselipkan pada telinga.
Baca juga: Pakaian Adat Aceh Dipenuhi Makna Perpaduan Filosofis Budaya
Daftar Isi :
- Jenis Pakaian Adat Bali dan Keunikannya
- Kebaya Bali
- Baju Safari
- Udeng Kepala
- Kamen
- Saput Poleng
- Sabuk Prada
- Payas Agung
- Payas Madya
- Payas Alit
Tak lengkap bukan kalau hanya menikmati keindahan alam Bali. Belajar berbagai pakaian adat yang ada di Bali juga tidak kalah menawan loh. Yuk simak sampai akhir!
Jenis Pakaian Adat Bali dan Keunikannya
Kebaya Bali sebenarnya tidak untuk dipakai dalam keseharian melainkan hanya saat acara-acara tertentu seperti upacara adat maupun ritual keagamaan.Nah, ternyata pakaian adat Bali beragam loh dan memiliki keunikan tersendiri.

1. Kebaya Bali
Sebenarnya kebaya Bali bisa saja dibuat dengan bahan apa saja tapi masyarakat setempat lebih suka dari renda. Kemudian di bawahnya memakai korset. Warna yang dipilih cukup mencolok mata terutama bagi perempuan yang sudah tua. Berbeda dengan acara ritual keagamaan yang dikhususkan warna putih. Uniknya, kebaya ini selalu dipadukan dengan selendang yang dililitkan pada perut layaknya sabuk. Dengan demikian perempuan Bali akan tambah anggun saat mengenakan pakaian ini.

Baca juga: Inilah 8 Pakaian Adat Sumatera Barat dan Keindahan Aksesorisnya
2. Baju Safari
Pria Bali biasa memakai kemeja putih, batik atau songket kamben yang biasa disebut Saput. Selain warna putih juga ada yang bermotif atau berpola yang dipadukan hiasan kepala atau udeng. Kamben yang dipakai pria dan wanita cukup berbeda, pria memakai kemban di pinggang dan diberi lipatan pada bagian depan. Sementara untuk wanita akan melilitkan kemban penuh sampai tidak ada rennda yang terlihat. Tambahan lainnya yaitu ada saku pada bagian kiri dan kanan.

3. Udeng Kepala
Udeng atau penutup kepala dipakai mulai dari anak-anak sampai pria dewasa. Tidak ada tingkatan dalam udeng, artinya semua kalangan bebas memakainya baik dari kalangan atas sampai bawah. Udeng dibuat dari kain yang dijahit dan dibentuk tali simpul pada bagian tengah. Ada udeng polos dan berwarna, yang polos biasa dikenakan saat upacara adat sedangkan yang berwarna untuk keseharian.

Baca juga: 8 Jenis Pakaian Adat Sumatera Utara Berdasarkan Suku yang Ada
4. Kamen
Kamen terbuat dari kain tipis yang memiliki motif kotak-kotak. Aturan pemakaian antara pria dan wanita berbeda. Pria Bali dalam pakaian adatnya hanya cukup dua lembar kain, dan pada bagian dalam disebut kamen dan bagian luar dikenal dengan saput. Keduanya diikat agar kamen tidak terlepas. Berbeda dengan wanita yang lebih simpel yaitu tanpa simpul di depan.
5. Saput
Pada bagian bawah pakaian adat pria Bali terdiri dari dua lapis. Selain kamen juga ada saput. Saput berada di luar setelah kamen dan diikat dipinggang setelah itu diputar dari kanan ke kiri dan upayakan kain tergulung dengan sempurna tanpa ada yang terlipat. Saput biasa dipakai dalam acara pernikahan maupun upacara adat.

Baca juga: Inilah 7 Jenis Pakaian Adat Riau Unik dan Elegan Dilihat
6. Saput Poleng
Jenis saput beragam, salah satu di antaranya yaitu saput poleng. Saput ini berwarna hitam dan putih. Motif kotak hitam putih ini khas Bali, selain dipakai oleh orang juga kalian bisa melihatnya di pohon, patung, dan tempat ibadah. Secara harfiah saput berarti selimut dan poleng berarti dua warna. Kain ini diyakini sangat sacral dan menjadi bagian dari ritual adat masyarakat Bali.

7. Sabuk Prada
Sabuk ini dipakai olem kaum wanita Bali yang memiliki warna terang. Maknanya yaitu untuk melindungi rahim perempuan sehingga letaknya di perut.

Baca juga: Pakaian Adat Kalimantan Utara, Ta'a dan Sapei Sapaq’ yang Indah
8. Payas Agung
Jika yang sudah dijelaskan di atas adalah bentuk pakaian adat dalam keseharian. Selanjutnya ada payas agung yang hanya digunakan saat upacara pernikahan atau atau sedang potong gigi. Paduan warna yang digunakan yaitu emas, merah, dan putih. Selain itu juga dilengkapi dengan mahkota yang relatif besar baik untuk wanita maupun pria. Aksesoris lain selain mahkota yaitu ada keris, kain songket dan kain lilitan.

9. Payas Madya
Berbeda dengan payas agung, payas madya lebih fleksibel dan bisa dipakai dalam kegiatan sehari-hari. Bentuk pakaiannya cukup simpel yaitu pria memakai kemeja atau kaos putih sedangkan wanita hanya memakai selendang dan kamen.

10. Payas Alit
Nah, selanjutnya adalah pakaian payas alit yang biasa dipakai saat hendak beribadah ke pura. Warnanya beragam dari yang putih sampai warna lain yang cerah. Sesuai namanya alit artinya kecil yang dapat dimaknai sederhana.

Demikian informasi seputar pakaian adat Bali yang harus kamu tahu. Selain tempat wisata yang dapat kamu nikmati, kamu juga bisa mengamati budaya yang ada di Bali.
Baca juga: 7 Ragam Pakaian Adat Yogyakarta, Kaya Makna Filosofis
