YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Pemda DIY kini mewaspadai adanya potensi bencana hidrometeorologi di DIY dalam beberapa waktu ke depan. Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal tidak diinginkan, Pemda DIY dengan dukungan stakeholder sudah menyiapkan sejumlah upaya strategi.
“Salah satu upaya yang kami lakukan adalah menyiapkan Desa Tangguh Bencana (Destana) di daerah rawan bencana. Saat ini tercatat ada lebih dari 250 Destana yang terbentuk dari total 400 an kelurahan/kalurahan di DIY. Berdasarkan data yang ada dari jumlah total tersebut, sebanyak 301 kalurahan/kelurahan merupakan daerah rawan bencana,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji di Yogyakarta, Senin (8/11/2021).
Ia meneruskan, guna mengoptimalkan penanganan Pemda DIY akan memastikan kesiapan Forum Pengurangan Risiko Bencana yang juga dibentuk di tingkat desa. Forum tersebut merupakan mitra kerja pemerintah desa dalam melaksanakan pengurangan risiko bencana di daerah serta tugas lainnya yang berkaitan dengan penyelenggaraan penanggulangan bencana.
“Dengan begitu akan bisa diambil langkah cepat bila sewaktu-waktu dibutuhkan,” katanya.
Baca juga: Ini Jumlah Bencana di Kota Jogja Selama 2020
Baca juga: Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana, Begini Keinginan Legislatif DIY
Terkait anggaran kebencanaan di DIY, Aji meneruskan, sampai saat ini masih mencukupi meskipun Pemda DIY fokus pada penanggulangan pandemi COVID-19. Adapun anggaran kebencanaan Pemda DIY bersumber dari Belanja Tak Terduga (BTT) yang saat ini dialokasikan sebesar Rp 98 miliar.
“Kalau dari kabupaten dan provinsi tidak kuat, ya nanti akan minta kabupaten lain untuk membantu,” tandasnya. (den)
