JAKARTA, BERNAS.ID – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta warga mewaspadai potensi banjir lahar dingin erupsi Gunung Semeru. Imbauan itu dikeluarkan karena curah hujan yang cukup tinggi beberapa waktu ke depan.
(PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Andiani mengatakan berdasarkan hasil pemantauan, sejak Senin (6/12/2021) pukul 00.00 WIB hingga 12.00 WIB, Gunung Semeru mengalami erupsi sebanyak dua kali sekitar pukul 04.00 dini hari dan sekitar pukul 09.00 WIB. Erupsi itu menyebabkan terjadinya awan panas guguran.
Ia pun meminta warga sekitar mewaspadai bahaya yang bisa terjadi karena ada potensi awan panas guguran dan banjir lahar akibat erupsi Gunung Semeru. “Potensi kejadian awan panas guguran, potensi masih ada,” kata Andiani dalam konferensi pers secara virtual di kanal Youtube Kementerian ESDM, Senin (6/12/2021).
Baca Juga: Status Gunung Semeru Level II, Warga Diimbau Lakukan 4 Hal Ini
Ia mengatakan telah terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur antara 2,5-4 km sehingga kami imbau masyarakat menghindari daerah-daerah yang masuk kawasan ancaman guguran awan panas. Ia pun mengatakan pihaknya tidak dapat memprediksi kapan awan panas guguran kembali terjadi karena perlu melakukan monitoring lebih lanjut.
“Kami memiliki alat-alat yg bisa mencatat getaran-getaran, dan setelah getaran itu tercatat baru kami sampaikan melalui WA group dan disebarkan kepada masyarakat,” jelasnya.
Baca Juga: Kepala BNPB Tinjau Lokasi Terdampak Erupsi Semeru
Selain potensi awan panas guguran, PVMBG juga meminta masyarakat mewaspadai potensi banjir lahar dingin. Terlebih saat ini curah hujan juga cukup tinggi dalam beberapa waktu ke depan. “Potensi itu bisa terjadi kapan saja, karena di puncak gunung masih terdapat material-material hasil erupsi Gunung Semeru. Dengan curah hujan yang tinggi saat ini, potensi banjir lahar dingin sangat mungkin terjadi,” bebernya.
“Potensi lahar masih tinggi di sekitar Semeru, utamanya adalah bukaan kawah yang mengarah pada bagian selatan dan tenggara,” jelas dia.
Sebelumnya, Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mengalami erupsi pada Sabtu (4/12/2021). Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pukul 11.00 WIB, sebanyak 5.205 jiwa terdampak erupsi tersebut. Akibat erupsi tersebut juga menelan korban jiwa sebanyak 15 orang, sementara 27 orang lainnya masih dinyatakan hilang. BNPB juga mencatat bahwa 1.707 jiwa saat ini mengungsi di 19 posko. (jat)
