HarianBernas.com – Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika mengatakan kini terdapat 115 ribu petani yang terhubung dalam aplikasi Petani.
Aplikasi Petani adalah layanan informasi tempat penjualan alat-alat pertanian, pelatihan pertanian, serta forum daring dengan sesama petani di Indonesia.
“Ada 115 ribu petani yang telah masuk, dan di situ ada enam ribu ahli yang akan menjawab berbagai pertanyan,” terangnya seusai menjadi pembicara di Broadband Asia Connect di Jakarta.
Aplikasi Petani merupakan salah satu aplikasi berbasis teknologi seluler bagian dari Program Sinergi Aksi untuk Ekonomi Rakyat yang diluncurkan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo di Brebes, Senin kemarin.
Dengan aplikasi Petani tersebut, para petani tidak lagi tergantung dengan jadwal penyuluh pertanian, tapi langsung dapat bertanya melalui forum diskusi dalam jaringan online tersebut, jelas Rudiantara.
Ia mengungkapkan, layanan aplikasi untuk petani juga menyasar pada keluarganya, terutama anak-anak petani yang lebih melek terhadap teknologi.
Rudiantara mengatakan, aplikasi Petani sebenarnya telah hadir sejak tahun lalu. Sampai saat ini, anggotanya terus tumbuh. Bulan depan, akan digelar sosialisasi dari pembuat aplikasi ke petani.
Sementara itu, selain aplikasi Petani, Menkominfo juga meluncurkan:
- Aplikasi TaniHub: layanan mengenai distribusi hasil pertanian dan perkebunan dari daerah ke kota.
- Aplikasi LimaKilo: layanan petani dapat langsung menjual hasil panennya ke konsumen dengan harga kompetitif.
- Aplikasi Pantau Harga: layanan tempat untuk tawar-menawar dan melakukan jual beli antara penyedia bahan baku dengan petani karena akan memudahkan dalam melakukan interaksi. Ada basis data harga yang menjadi acuan.
- Aplikasi Nurbaya Initiatives: layanan yang disediakan bagi pelaku ekonomi rakyat baik petani maupun UKM untuk dapat membuat platform penjualan hasil-hasilnya.
