BANTUL, BERNAS.ID – Puluhan warga Dusun Karangnongko, Panggungharjo, Sewon, Bantul mendatangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul untuk melaporkan adanya pencemaran air di saluran air yang melewati tempat tinggal mereka, Senin (15/7/2019).
Rombongan langsung diterima oleh Kepala DLH Kabupaten Bantul, Ari Budi Nugroho, sedangkan perwakilan warga yang dipimpin oleh Waljito, SH mengakui pencemaran air itu sudah dirasakan oleh warga sekitar sejak 15 tahun terakhir ini.
“Dalam kurun waktu 15 tahun ini saluran air ditempat kami tidak seperti dulu, yang bisa digunakan sebagai tempat memancing dan sebagainya, dikarenakan saluran itu kini tercemar limbah pabrik penyamakan kulit, dan pabrik tekstil yang berada disekitar sana,” ungkap Waljito.
Bahkan, ikan-ikan juga banyak yang mati dikarenakan air yang sekarang ini telah berubah warna dan menimbulkan bau tak sedap. “Airnya sekarang berwarna putih, merah, dan kecoklatan, serta menimbulkan bau menyengat yang menyebabkan ikan-ikan pada mati,” kata Waljito.
Untuk itu, lanjut Waljito, pihaknya meminta kepada DLH Bantul untuk membentuk tim investigasi atas pencemaran saluran air yang ada di Karangnongko. Hal itu pun langsung disambut Kepala DLH Bantul yang mengamini pembentukam tim khusus tersebut.
“Terimakasih atas perhatiannya terhadap lingkungan, nanti kami dari DLH, Satpol PP, dan pihak terkait akan membentuk tim untuk menangani permasalahan ini, supaya semua terbuka dan transparan,” kata Ari.
Kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan oleh tim DLH bersama warga Karangnongko terhadap wilayah yang dianggap tercemar saluran airnya. (cdr)
