BERNAS. ID- Pekerja keras dan selalu tampil rapi ketika masuk lapangan, itulah gambaran sederhana mengenai kapten Chelsea asal Spanyol, Cesar Azpilicueta. Pemain yang berposisi sebagai bek sayap kanan itu memang tidak memiliki laju lari yang cepat, pun sepakannya juga tidak begitu kencang.
Malahan di tahun 2012 lalu, kala dirinya didatangkan Chelsea dari klub Prancis, Marseille yang bandrolnya hanya 8 juta poundsterling, banyak yang meragukan permainannya di atas lapangan. Tapi siapa sangka, meski Chelsea sering bongkar pasang pelatih dan pemain baru, nama Azpilicueta tetap eksis punya tempat di sana.
Baca juga: Trevoh Chalobah, Bek Muda Akademi Chelsea yang Kini Naik Daun
Bahkan hampir satu dekade bersama Chelsea, Azpilicueta punya sederet prestasi yang tak boleh disepelekan. Lantas bagaimana sepak terjang sang kapten Chelsea dalam karir sepak bolanya? Simak profil dan sepak terjang seorang Cesar Azpilicueta berikut ini.
Daftar Isi :
- Tentang Cesar Azpilicueta
- Perjalanan Azpilicueta Berawal di Akademi Osasuna
- Melenggang ke Olympique Marseille
- Banyak yang Meragukan Saat Diboyong Chelsea
- Capaian Prestasi Azpilicueta
Tentang Cesar Azpilicueta
Nama Lengkap : Cesar Azpilicueta Tanco
Tempat Lahir : Pamplona, Spanyol
Tanggal Lahir : 28 Agustus 1989
Nama Pasangan : Adriana Guerendiain
Kebangsaan : Spanyol
Agama : Kristen
Klub Saat Ini: Chelsea
Nomor Punggung dan Posisi Bermain : – 28 Bek Kanan
Tinggi Badan : 178 Cm
Instagram: @cesarazpi
Baca juga: Mateo Kovacic, Karir Midlfielder Chelsea Asal Kroasia
Perjalanan Azpilicueta Berawal di Akademi Osasuna
Pemain kelahiran Pamplona, Spanyol 28 Agustus 1989 itu, mengawali karir sepak bolanya dengan bergabung ke tim akademi Osasuna B pada tahun 2006. Di awal karir, Cesar Azpilicueta sejatinya bukanlah seorang bek, ia memulai karirnya sebagai seorang gelandang.
Namun, perlahan berkat arahan pelatih, Jagoba Arrasate ia kemudian digeser ke posisi idealnya sebagai bek kanan. Dari akademi level muda tersebut, ia kemudian mampu tembus ke skuad utama Osasuna saat usianya masih 18 tahun, dan melakukan debut La Liga pada bulan April 2007. Meski dalam laga itu, Osasuna harus kalah di kandang Real Madrid dengan skor 0-2.
Tiga musim berseragam Osasuna, namanya mulai diminati klub eropa lain, hingga kemudian Azpilicueta menerima tawaran untuk bergabung ke Olympique Marseille pada Juni 2010. Cesar Azpilicueta selama berseragam Osasuna mampu membukukan 106 penampilan dan mampu menyumbang 3 assist sebelum akhirnya ia terbang ke Prancis.
Baca juga: Jorginho, Gelandang Cerdik Jadi Pemain Terbaik UEFA 2021
Melenggang ke Olympique Marseille
Akhirnya Olympique Marseille mencapai kesepakatan dengan Osasuna dengan transfer 6 juta poundsterling, atau sekitar Rp 104 miliar. Azpilicueta datang ke klub berjuluk Les Phoceens tersebut diikat kontrak berdurasi empat tahun. Bermain di liga Prancis tak menghalanginya terus berkembang menemukan permainan terbaiknya.
Laga debutnya berseragam Olympique Marseille dijalani Azpilicueta cukup buruk. Di ajang Liga Champions UEFA, tepatnya pada 15 September 2010. Saat Les Phoceens bermain di kandang sendiri kontra FC Spartak Moskwa, ia melakukan kesalahan fatal gol bunuh diri. Adapun gol tersebut juga jadi satu satunya gol dalam pertandingan tersebut.
Namun kesalahan itu dibayar impas dengan permainan Azpilicueta yang semakin berkembang dari tahun ke tahun. Pemain bertinggi 178 cm itu semakin matang, hingga ia sering dipasang mengawal lini belakang Olympique Marseille.
Penampilan apik Marseille, ternyata diperhatikan oleh klub asal Inggris, Chelsea. The Blues mulai tertarik dengan dua pemain Les Phoceens yang mampu tampil apik di League 1. Ketertarikan Chelsea masa itu, ingin memboyong di antara Azpilicueta dan Stéphane Mbia.
Apalagi masa itu, keuangan manajemen klub yang tidak stabil, mendorong Olympique Marseille harus menjual salah satu bintang mereka itu. Hingga pada akhirnya, Chelsea memboyong Azpilicueta ke Stamford Bridge dengan biaya transfer sebesar 8,8 juta euro atau sekitar Rp 153 miliar pada bulan Agustus 2012. Total dua musim bersama Les Phoceens, Azpilicueta mengemas 68 penampilan 2 gol dan 6.
Baca juga: Saul Niguez, Karir Midfielder Baru Chelsea yang Serba Bisa
Diragukan Saat Diboyong Chelsea
Kedatangan Azpilicueta ke Chelsea pada Agustus 2012 lalu, banyak yang meragukan performanya bisa menjadi pelapis ideal seorang bek tangguh, Branislav Ivanovic. Untuk diketahui, nama Branislav Ivanovic sudah jadi andalan The Blues sejak 2008.
Bahkan pemain berkebangsaan Serbia itu sampai mendapat julukan ‘Si Tank’ oleh fans Chelsea, berkat kekuatannya membantu tim baik saat menyerang maupun bertahan. Debut Azpilicueta bersama Chelsea dibuka saat ia dimainkan penuh 90 menit dalam kemenangan kandang 6–0 atas Wolverhampton Wanderers di ajang Piala Liga Inggris pada 25 September 2012.
Sejak saat itu, tahun ke tahun ia perlahan mampu bersaing di skuad utama Chelsea. Azpilicueta mengalami kemajuan performa dan konsistensi yang stabil. Sampai akhirnya ia terus dipercaya masuk ke dalam skuad utama, bahkan kerap menggeser posisi Branislav Ivanovic.
Meski Chelsea kerap bongkar pasang pelatih dan pemain baru, nama Azpilicueta masih mendapat satu tempat yang dibutuhkan Chelsea. Ketangguhan fisik dan mentalitas sang pemain kelahiran Pamplona itu, akhirnya ia dipercaya menjabat sebagai kapten Chelsea, selepas hengkangnya Gary Chalil pada 2019.
Baca juga: Profil Kai Havertz, Pemain Muda Chelsea Berjuluk Alleskoenner
Capaian Prestasi Azpilicueta
Hampir satu dekade Azpilicueta membela klub London Biru, ia telah mengemas 429 penampilan, 58 assist, dan 15 gol. Adapun dari penampilan pemain bernomor punggung 28 itu sukses mempersembahkan beberapa trofi bergengsi untuk Chelsea, di antaranya adalah 2 kali Trofi Liga Premier Inggris, 1 kali Juara UEFA Champions League, 2 kali Juara UEFA Europa League, 1 kali Juara FA Cup, 1 kali Juara Piala Liga dan 1 kali juara UEFA super Cup.
Kapten Chelsea itu kini telah berusia 31 tahun, kontraknya juga bakal berakhir di musim panas 2022 ini. Jika nanti ia tak memperpanjang lagi masa baktinya di Stamford Bridge, fans Chelsea tidak bisa memungkiri jika sumbangsih dan eksistensi seorang Cesar Azpilicueta sebagai legenda patut dikenang.
Baca juga: Inilah Timo Werner, Striker Chelsea Berjuluk “Turbo Timo”
