JAKARTA, BERNAS.ID – Menteri Energi, Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Lingkungan dan Perubahan Iklim Malaysia, Yeo Bee Yin, didesak mundur dari jabatannya karena terlibat dalam konflik kepentingan di tengah penanganan bencana kabut asap.
Dilansir dari kantor berita Bernama dan Channel News Asia, Jumat (27/9), desakan mundur mencuat setelah terungkap bahwa salah satu perusahaan Malaysia yang disegel Indonesia karena dianggap menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), merupakan anak perusahaan dari keluarga suami Yeo.
IOI Corporation yang terkait keluarga dari suami Yeo, diketahui memiliki sebuah anak perusahaan perkebunan di Indonesia. Anak perusahaan yang dimaksud adalah PT Sukses Karya Sawit yang bersama puluhan perusahaan lainnya telah disegel pemerintah Indonesia karena dianggap menjadi penyebab karhutla.
Menanggapi itu, Yeo menepisnya. Dia berpendapat, persoalan semacam itu harus ditangani langsung oleh pemerintah Indonesia.
Dia meminta pemerintah Indonesia harus menyelidiki persoalan itu dan mengambil langkah yang diperlukan terhadap setiap perusahaan yang terbukti bersalah menyebabkan karhutla.
?Saya harap, daripada mengkritik, oposisi memberikan gagasan membangun untuk menyelesaikan isu-isu semacam ini di masa mendatang. Situasi ini telah terjadi selama beberapa decade, dan kami menyambut gagasan-gagasan baik dari pemerintah ataupun oposisi,? ucap Yeo.
?Jika ada gagasan yang membangun, akan kami teris dan eksekusi,? tambahnya.
Pada akhir pekan lalu, Kepala Pemuda Asosiasi China Malaysia (MCA) Nicole Wong menyerukan Yeo Bee Yin mundur dari jabatannya karena dugaan konflik kepentingan dalam penyelesaian kabut asap yang disebabkan karhutla di Indonesia.
?Dia (Yeo) mengatakan lima hari lalu bahwa Undang Undang Kabut Asap Lintas Perbatasan harus segera diberlakukan di Malaysia dan negara-begara Asia Tenggara, yang selalu dilanda kabut asap. Tapi, perusahaan suaminya ada di antara empat perusahaan yang disebutkan oleh pemerintah Indonesia, bertanggung jawab atas kebakaran hutan,? tegas Nicole Wong.
Dia pun mengungkit pernyataan Yeo pada 14 September lalu yang menyatakan akan meminta nasihat Jaksa Agung dalam menyusn UU Kabut Asap Lintas Perbatasan yang bisa berlaku terhadap perusahaan dan warga Malaysia.
?Dia tidak pantas lagi menangani isu ini, sementara perusahaan suaminya menjadi salah satu yang terlibat,? imbuhnya. (sbh/*)