SLEMAN, BERNAS.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mengirim tim psikologi ke Kabupaten Malang untuk membantu warga terdampak tragedi Kanjuruhan. Tim terdiri dari 9 orang untuk membentuk jejaring akses layanan Matahati (Masyarakat Tangguh Sehat Jiwa.
Laporan sementara dari Pemerintah Daerah Malang banyak mengalami shock dan depresi.
Baca Juga Sleman Siap Menjadi Sentra Tanaman Kopi
Kepala Dinkes Sleman, dr Cahya Purnama mengatakan pengiriman tim merupakan inisiatif dari Pemkab Sleman yang mendapat sambutan Pemerintah Kabupaten Malang. “Petugas dari Sleman datang ke sana untuk membantu mengatasi masalah kesehatan mental yang dialami warga, pascatragedi Kanjuruhan,” tuturnya, Jumat (7/10).
Lanjut tambahnya, tim akan berada di Malang selama tiga sampai empat hari untuk membantu orang-orang yang terguncang akibat tragedi Stadion Kanjuruhan Malang dengan membentuk jejaring akses layanan Matahati (Masyarakat Tangguh Sehat Jiwa).
Setelah program dan akses terbangun, orang-orang yang membutuhkan layanan konsultasi psikologis bisa mengakses layanan Matahati. Selama di Malang, tim dari dinkes akan bertemu dengan perangkat daerah setempat termasuk Dinkes Malang.
“Kami juga door to door ke Puskesmas, untuk mengetahui kebutuhan mereka dari asessment itu. Setelah terbentuk sistem, mereka bisa akses telekonsultasi dengan Pemkab Sleman,” ucapnya.
“Kami juga homecare ke beberapa titik karena waktu kami terbatas,” imbuhnya.
Baca Juga Gubernur DIY Ajak Tertib Pendataan Karya Budaya
Selain masih banyak korban yang menjalani masa perawatan untuk luka, Cahya mencemaskan dampak kesehatan mental jangka panjangnua. “Karena bencana nonalam akibat tindakan manusia seperti ini, kalau menimbulkan korban banyak, pasti sama-sama ada dampak psikis atau mentalnya kepada masyarakat,” tuturnya.
Ia menjelaskan tingkat kemampuan memulihkan dampak psikis dari sebuah kejadian, berbeda-beda pada setiap orang. “Kalau orang tua ditinggal anak atau anak ditinggal orang tua, ya tergantung kesiapan mental mereka. Biasanya akan trauma mental,” ucapnya.
“Ada yang lama, ada yang cepat. Ada juga kalau tidak ditangani dengan hati-hati bisa mengarah ke gangguan jiwa dan harus ditangani ke rumah sakit dan mendapat pengobatan,” imbuhnya.
Cahya pun berharap kesehatan mental warga terdampak tragedi Kanjuruhan bisa kembali seperti sedia kala dan tidak mengarah ke kondisi lebih buruk. (jat)
