JEMBER, BERNAS.ID – Si Rambo (Sinergi dan Kolaborasi Mingguan Setiap Rabo) Tahun 2024 diadakan di Gedung Jember Nusantara. Rapat yang membahas banyak hal persoalan di Kabupaten Jember, khususnya inflasi daerah, langsung dipimpin oleh Bupati Hendy.
Bupati Hendy menyampaikan di awal rapat sebagai pengantar, bahwa Kabupaten Jember berhasil menekan laju inflasi pada tahun 2023. Prestasi itu berkat upaya serius seluruh pemangku kepentingan bersama Pemkab Jember yang selalu dikupas program Si Rambo.
Memasuki Tahun 2024 Pemkab Jember bersama pihak terkait dan instansi dan lembaga lain sedang mempersiapkan ketersediaan stok barang menjelang Bulan Ramadhan 2024. Dengan tujuan agar tidak terjadi lonjakan harga yang dikenal dengan istilah inflasi.
“Sebentar lagi, bulan Februari, ramadhan sudah dekat, masyarakat jember sangat memuliakan ramadhan itu. Dua minggu sebelum ramadhan mereka sudah melaksanakan ucapan syukur,” ucap Bupati Hendy, Rabu (10/1/2024).
Artinya, kebutuhan pokok, bahan pangan seperti beras, gula, tepung, telur, daging, dan sayur mayur akan meningkat dari biasanya. Supaya ada keseimbangan antara permintaan dan penawaran, dalam Si Rambo itu dibahas kesiapan di lintas sektoral.
Baca Juga : Inflasi Kabupaten Jember di Akhir Tahun 2023 Rendah, Kado Istimewa HUT Ke 95
Setelah mendengar paparan dari Kepala Bulog Jember, bahwa ada cadangan jagung pemerintah yang diperuntukkan peternak maka bupati instruksikan kepada Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan untuk segera mendata seluruh peternak.
Peternak unggas, baik yang besar terutama perorangan, maka dibentuk asosiasi untuk mengajukan bantuan jagung ke Kementan RI. Dengan harapan bisa menekan ongkos produksi sehingga harga daging dan telur unggas bisa ditekan.
Bupati Hendy juga mencatat kepada Kadisperindag agar membuat jadwal mingguan untuk operasi pasar, pasar murah dan penetrasi bapokting (bahan kebutuhan pokok penting) ke masyarakat.
“Juga diinstruksikan melalui koordinasi dengan BPS agar dapat memprediksi komoditas apa saja yang perlu diintervensi agar tidak melonjak harganya, bahkan jika sudah tinggi bisa dideflasikan sedikit,” katanya.
Sementara Kepala BPS Jember, Tri Erwandi menegaskan, bahwa kantornya hanya menyampaikan data. Kemudian data tersebut diolah oleh BPS pusat dan disajikan setiap bulan.
“Pada tahun 2023 inflasi kabupaten jember nomor 6 terendah se Indonesia dari 90 kota yang diamati oleh bps,” ucap Tri Erwandi.
Padahal pada posisi akhir tahun 2022 inflasi Kabupaten Jember nomor 3 tertinggi se Indonesia, dengan angka di atas 7 persen. Tetapi di akhir Tahun 2023 data inflasi year on year (YoY) sebesar 2,29 persen. Angka itu masih di bawah inflasi Jawa Timur pada periode yang sama yakni 2,92 persen.
Dalam Si Rambo perdana Tahun 2024 itu, Tri menjabarkan, bahwa inflasi bukanlah satu-satunya indikator pertumbuhan ekonomi (yang biasanya dirilis setiap bulan April oleh BPS). Target pertumbuhan ekonomi optimistis 4,43 persen tercapai dengan catatan Kabupaten Jember mampu mempertahankan inflasi.
Tri Erwandi juga memberi masukan agar Pemkab Jember mengendalikan sektor pertanian terlebih dahulu. Sebab hasil sensus pertanian bergeser. Catatan di BPS, usaha pertanian secara umum di Jember menduduki nomor 1 di Jatim.
Jember nomor satu pertanian khususnya usaha perorangan peternakan. sehingga tidak muncul komoditas daging dalam daftar inflasi di Jember.
Disampaikan oleh pria asal Banyuwangi itu, komoditas-komoditas yang sering muncul, sebagai penyumbang inflasi diantaranya, beras 11 kali tapi kenaikan kecil, cabe rawit 6 kali, cabe merah 5 kali, daging ayam, gula, bawang merah, bawang putih, telur, rokok filter dan rokok putih.
Kepala BPS Jember menginformasikan, ke depan ada data statistik sektoral, dimana akan diambil sampel tahunan, yang harus dibuat oleh masing-masing OPD. Data hendaknya didokumentasikan secara rapi berupa hasil rapat, absensi, inovasi dan lainnya. Bahkan hal itu akan ada lomba tahunan di tingkat nasional.
Statistik lintas sektoral juga akan diambil di tingkat desa dan kelurahan Kepedulian data tingkat desa dengan pembentukan Desa Cinta Statistik (desa peduli statistik). Contoh di Jember seperti di Kelurahan Tegalgede dengan Rumantis (Rumah Layanan Integrasi dan Informasi), yang meraih nomor 3 se Jatim.
Baca Juga : DIY Tutup Tahun 2023 dengan Inflasi yang Terkendali
Di tempat yang sama Kepala KPwBI Jember, Gunawan, juga menyampaikan analisanya menjelang Bulan Ramadhan 2024. Bahwa ada tekanan menjelang Idul Fitri. Tetapi juga ada tekanan pada Bulan Februari saat pemilu.
“IKK (Indeks Keyakinan Konsumen) dari hasil survei KPwBI Jember menunjukkan angka di atas 100, ini berarti positif,” ungkap Gunawan.
Ia juga mengingatkan geopolitik internasional belum reda, masih akan berpengaruh juga. Info dari BMKG juga perlu diwaspadai khususnya pada masa tanam saat ini.
Catatan KPwBI menurut Gunawan, konsumen Jember punya daya beli yang kuat.
Data kredit meningkat YoY 10,43 persen dengan proporsi konvensional dengan syariah. Sedangkan kredit investasi turun, minus 19,16 persen.
Ada yang menggembirakan dalam Si Rambo kali ini yang disampaikan Gunawan, NPL (Non Performing Loan) atau kredit macet hanya 2,77 persen. Angka ini di bawah angka rata-rata di wilayah Sekarkijang (Sekitar Tapal Kuda dan Lumajang) yakni 2,86 persen.
“Sedangkan pertumbuhan kredit di Kabupaten Jember meningkat 10,43 persen. Bagi suatu daerah dengan pertumbuhan kredit yang meningkat dan NPL rendah itu berarti bagus,” papar Gunawan. (sgt)
