BANTUL, BERNAS.ID – Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) turut mendukung terwujudkan ekonomi hijau di Dusun Wonokromo II, Pleret, Kabupaten Bantul dengan menghibahkan mesin pencacah plastik kepada Kelompok Shodaqoh Sampah di wilayah tersebut pada hari Minggu (14/1/2024).
Mesin ini diharapkan dapat menjadikan lingkungan di sekitar menjadi lebih bersih dengan melakukan daur ulang sampah plastik yang semakin lama semakin menumpuk di dusun tersebut.
Kelompok Shodaqoh Sampah telah berjalan di Dusun Wonokromo II, dengan melakukan pemilahan sampah organik dan non-organik. Selama ini ini mereka hanya menjual hasil pemilahan sampah non-organik ini ke pengepul dengan harga yang cukup rendah.
Baca Juga : Terkendala Izin dan Sempat Dilarang, Ratusan Eks Pedagang Sunmor UGM Tetap Berjualan
Tim PKM UMY terdiri sebagai Koordinator Berli Paripurna Kamiel, dosen Fakultas Teknik dan beranggotakan Endah Saptutyningsih, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) telah melakukan pendampingan terhadap Kelompok Shodaqoh Sampah tersebut agar dapat mengoptimalkan penggunaan mesin pencacah plastik yang telah dihibahkan oleh Tim UMY.
Hal ini ditujukan agar sampah plastik tersebut memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Dalam rangkaian program PKM, juga diadakan pelatihan untuk me-recycle hasil cacahan sampah plastik tersebut untuk diubah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi seperti gantungan kunci, tatakan, pot bunga atau produk asesoris lain yang bermanfaat bagi rumah tangga. Hal ini disamping menjaga kebersihan ligkungan juga meningkatkan perekonomian Masyarakat.
“Dengan menghibahkan mesin pencacah plastik ini diharapkan masyarakat setempat dapat meningkatkan nilai tambah sampah plastik menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” ujar Berli di sela-sela acara serah terima hibah mesin pencacah plastik.
Berli menjelaskan, Dusun Wonokromo II memiliki potensi sampah plastik rumah tangga yang cukup besar, tetapi belum dikelola secara optimal. Sampah plastik yang tidak dapat diuraikan oleh tanah, sangat berbahaya bagi lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.
Dengan menggunakan mesin pencacah, masyarakat dapat memanfaat potensi yang ada menjadi produk yang bernilai jual selain juga mengurangi dampak negative terhadap lingkungan.
Baca Juga : UMY-KPU Bantul Fasilitasi Mahasiswa Gunakan Hak Pilih
Sementara Ketua Kelompok Shodaqoh Sampah Wonokromo II mengatakan, bahwa hibah mesin pencacah dan pendampingan Tim PKM UMY selama ini sangat membantu anggota kelompoknya.
Anggota kelompoknya, bahkan perwakilan dari RT lain yang juga turut hadir dalam acara tersebut juga menjadi lebih paham tentang pentingnya memelihara lingkungan, salah satunya dengan mengubah bentuk sampah plastik menjadi produk yang bernilai jual sehingga dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga.
“Semoga program seperti ini bisa berkelanjutan di masa mendatang dan membawa manfaat bagi masyarakat Dusun Wonokromo II ini,” tutur Ketua Shodaqoh Sampah saat serah terima mesin pencacah sampah plastik dan pendampingan oleh Tim PKM UMY. (cdr)
