YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Festival Sastra Yogyakarta kembali digelar oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta. Pembukaan untuk ajang ini digelar Kamis, 28 November 2024 di Taman Embung Giwangan Yogyakarta di dalam suasana hujan.
Musisi indie Frau hadir bernyanyi dan bermain keyboard membawakan lagu-lagunya yang puitis. Kehadirannya mampu membawa kehangatan di malam yang dingin karena hujan.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Yetti Martanti menjelaskan, melalui berbagai agenda kegiatan yang digelar, festival ini diharapkan memperkuat posisi Yogyakarta sebagai kota budaya, sekaligus kota sastra. “Festival Sastra Yogyakarta juga menjadi perayaan hangat yang menyambut kembali pertemuan-pertemuan antar warga sastra se-nusantara di Kota Yogyakarta,” ujar dia.
Sejarah Festival Sastra Yogyakarta (FSY)
Festival Sastra Yogyakarta adalah perayaan tahunan yang menyoroti keberagaman dan kekayaan karya sastra di Yogyakarta. Acara ini menjadi ajang berkumpulnya penulis, penyair, seniman, dan pencinta sastra dari berbagai latar belakang untuk saling berinteraksi, berbagi karya, dan memperkaya khazanah sastra nusantara.
Baca juga: Tumpengan Awali Rangkaian Festival Sastra Yogyakarta 2024
Sebagai ruang pertemuan antar warga sastra di Kota Yogyakarta. Sastrawan, pengarang, penulis, penikmat, media, warga, penjaja buku sastra, ilustrator sastra, situs dan artefak sastra, adalah ekosistem disasar untuk berkolaborasi dalam festival ini. Yogyakartasebagai kota yang dalam sejarahnya berulang kali mengalami berbagai peristiwa sastra, dianggap sebagai salah satu kiblat sastra di Indonesia. Berikut ini sekilas mengenai FSY dari tahun ke tahun:
FSY 2021
Digelar pada masa pandemi yang penuh keterbatasan. Produk sastra yang dibuat berupa tayangan youtube ‘Musikal Hanacaraka’
FSY 2022 – Tema: MULIH
FSY kembali diadakan pascapandemi dengan tema MULIH, yang bermakna “kembali” untuk memulangkan semangat sastra ke Yogyakarta sebagai rumah sastra Indonesia.
Festival ini berhasil menghadirkan perayaan sastra yang merangkul sastrawan, penikmat sastra, pengarang, dan berbagai elemen ekosistem sastra Yogyakarta untuk berkolaborasi.
FSY 2023 – Tema: SILA
FSY 2023 mengusung tema SILA, sebagai kelanjutan dari MULIH, dengan makna ganda: “duduk bersila” untuk refleksi diri dan “sila” sebagai aturan moral.
Festival ini bertujuan menggali kedalaman diri, memaknai potensi sastra Yogyakarta, dan merefleksikan hal tersebut dalam program yang mendukung ketertiban sosial melalui sastra.
Diadakan di kawasan Kotabaru, salah satu cagar budaya Yogyakarta yang kaya akan situs literasi dan sejarah sastra.
FSY 2024 – Tema: SIYAGA
Tema SIYAGA mengajak pelaku dan penikmat sastra untuk bersiap menghadapi perubahan dalam dunia sastra, termasuk intermedialitas dan cara-cara baru menikmati sastra.
SIYAGA juga menjadi wadah untuk membaca ulang realitas kebangsaan di masa transisi dan merawat demokrasi melalui karya sastra.
Festival ini berlangsung di Taman Budaya Embung Giwangan di Yogyakarta selatan, sebagai ruang refleksi tentang praktik sastra yang beragam di tengah perubahan sosial-politik.
Setiap tahun, FSY mengusung tema yang tidak hanya menghubungkan sastra dengan nilai budaya lokal, tetapi juga merespons isu-isu kontemporer, menjadikan festival ini sebagai ruang temu, refleksi, dan kolaborasi bagi ekosistem sastra Yogyakarta.
Baca juga: Alternate Universe dan Fanfiction: Kanvas Baru Sastra Kontemporer
Agenda Utama FKY 2024
Panggung Pembukaan di Amphitheater Kamis malam 28 November jam 19.30 WIB: penyerahan penghargaan sayembara puisi dan penampilan talenta bahasa sastra Kota Yogyakarta, serta bintang tamu FRAU.
Gala Dinner Sastra Boga: Jumat malam 29 November jam 19.30. Perayaan yang terinspirasi dari resep kuliner dalam naskah dan teks Sastra Jawa Klasik. Pengunjung akan menikmati kreasi boga yang membawa pada filosofi masyarakat Jawa, kelezatan yang terwarisi dari masa ke masa, disertai rangkaian kisah budaya yang melatarinya.
Panggung Penutupan di Amphitheater Sabtu malam 30 November jam 19.30 WIB: bertajuk “Malam Ini Jokpin Akan Tidur di Matamu”. Bintang tamu yang datang yakni Oppie Andaresta, Saras Dewi, dll.
Di lokasi acara, terdapat pula bazar buku yang menghadirkan banyak buku sastra. Terdapat potongan harga dari penerbit tertentu yang mengikuti ajang ini. (den)
