JAKARTA, BERNAS.ID – Ketua Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di Indonesia yang diperkirakan akan meningkat signifikan pada Desember ini.
Puncak musim hujan yang biasanya terjadi pada Januari hingga Februari, kini sudah mulai terasa lebih awal dengan intensitas hujan yang meningkat.
Baca Juga : Cuaca Ekstrem dan Musim Hujan, Ini Tips untuk Jaga Kesehatan
“Desember ini sudah mulai terjadi peningkatan intensitas curah hujan yang sangat signifikan, sehingga sering terjadi cuaca ekstrem,” kata Dwikorita, Rabu (4/12/2024).
Ia menjelaskan bahwa kondisi atmosfer yang tidak stabil di wilayah Indonesia dipicu oleh beberapa faktor, termasuk pengaruh suhu permukaan laut yang lebih hangat di perairan Indonesia.
Dwikorita juga menyoroti pengaruh suhu permukaan laut di Samudra Hindia yang semakin panas. “Samudra Hindia semakin mendidih, yang memicu pembentukan awan-awan hujan dengan intensitas tinggi,” tambahnya.
Baca Juga : Mitigasi Banjir Jelang Pilkada, Pemprov DKI Koordinasi dengan BMKG
Selain itu, monsun dari Asia dan fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) turut memperparah kondisi cuaca ekstrem, menyebabkan hujan lebat hingga ekstrem di berbagai wilayah, khususnya Sumatra, Jawa Barat, dan Kalimantan.
Dengan kombinasi faktor-faktor ini, wilayah barat Indonesia berisiko mengalami hujan lebat yang berpotensi menimbulkan banjir dan tanah longsor. BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan waspada terhadap potensi bencana alam yang dapat terjadi selama musim hujan ini.
BMKG akan terus memantau perkembangan cuaca dan memberikan pembaruan melalui saluran resmi agar masyarakat tetap waspada dan siap menghadapi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga awal tahun 2025. (DID)
