KULON PROGO, BERNAS.ID – Dalam rangka memperingati Hari Ibu tahun 2024, Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar deklarasi menolak pernikahan dini.
Penolakan pernikahan dini tersebut dilakukan oleh puluhan siswa/siswi perwakilan dari SMP, SMA se DIY beserta ibunya yang mendeklarasikan tolak pernikahan dini, di Plaza Kuliner Pantai Glagah Kulon Progo, Sabtu, (21/12/2024).
Ketua Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) DIY, Sri Muslimatun menyampaikan, peringatan Hari Ibu 2024 dengan Tema “Perempuan Berbudaya dalam Menjemput Generasi Emas” merupakan momentum yang berharga dan penting, sebagai bentuk rasa syukur.
“Selain itu, juga sebagai upaya menumbuhkan kembali semangat kebangsaan untuk mengatasi permasalahan bangsa bagi seluruh sumber daya manusia, terutama perempuan dengan mengangkat budaya nasional Indonesia,” terang Muslimatun.
Baca Juga : DPD FPPI DIY Resmi Dilantik, Dorong Perempuan di DIY Lebih Maju
Muslimatun menambahkan, salah satu permasalahan yang dihadapi saat ini adalah tingginya angka pernikahan dini, yakni pernikahan di bawah usia 19 tahun. Padahal para remaja seharusnya menjadi generasi unggul untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Peran ibu sangat dibutuhkan untuk bersama membawa remaja menjadi generasi berprestasi dan berbudaya. Berbekal nilai-nilai budaya Indonesia yang ditanamkan sejak dini, diharapkan para remaja tidak mudah terbawa pengaruh informasi negatif terutama dari dunia maya yang kian massive dan begitu mudah diakses anak-anak dan remaja,” jelasnya.
“Dengan begitu angka pernikahan dini pun dapat ditekan,” imbuhnya.
Ia menekankan, adanya era digitalisasi saat ini telah membuka gerbang informasi dan komunikasi tanpa batas, yang membawa perubahan di berbagai aspek kehidupan termasuk dalam perilaku remaja.
“Salah satu perilaku negatif remaja yang muncul saat ini adalah meningkatnya angka Pernikahan Dini,” katanya.
Menurut Muslimatun, hal tersebut tidak hanya merugikan individu tetapi juga masyarakat luas dalam mempersiapkan generasi emas.
“Untuk mengatasi kondisi tersebut perlu keterlibatan orang tua terutama kaum perempuan dalam hal ini adalah para ibu,” lanjutnya.
Muslimatun juga memaparkan, seiring pentingnya peran Ibu dalam upaya menekan angka pernikahan dini, maka Deklarasi Menolak Pernikahan Dini tidak hanya dilakukan para remaja namun juga beserta Ibunya.
Melalui peringatan Hari Ibu tahun 2024, FPPI bermaksud mengoptimalkan berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai pihak dan berupaya dalam mempersiapkan generasi emas.
“Peringatan Hari Ibu yang merupakan momentum yang berharga dan penting sebagai bentuk rasa syukur, dan juga upaya untuk menumbuhkan kembali semangat kebangsaan dalam mengatasi permasalahan bangsa,” ungkap Muslimatun yang juga anggota DPRD DIY ini.
Deklarasi tolak pernikahan dini yang disampaikan siswa/siswi berisi komitmen untuk menolak pernikahan dini dan mendukung upaya pencegahan pernikahan usia anak, sebagai langkah untuk melindungi hak anak atas pendidikan kesehatan dan masa depan yang lebih baik.
Menyadari bahwa pendidikan adalah hak anak dan remaja, kesehatan adalah prioritas, anak dan remaja berhak untuk masa depan yang lebih baik, serta pentingnya dukungan lingkungan keluarga dan masyarakat.
Sedangkan, deklarasi yang disampaikan para Ibu berkomitmen menghentikan pernikahan dini, menghapuskan tradisi, dan selamatkan generasi.
Para Ibu percaya bahwa anak dan remaja berhak untuk menikmati masa depan yang lebih baik melalui pendidikan yang layak dan pengembangan pribadi yang optimal.
Adapun rangkaian Peringatan Hari Ibu 2024 yang digelar FPPI DIY ini diantaranya kegiatan Internalisasi Komitmen “Terima Ijazah Baru Ijabsah”; Penyampaian Materi/Talkshow Tentang Pencegahan Pernikahan Dini; Deklarasi Tolak Pernikahan Dini; Senam lansia bugar dan bahagia; Pelestarian Budaya Lokal melalui Lomba Mewiru Jarik.
Serta Pemeriksaan Kesehatan yakni skrining kesehatan mata bagi siswa di SD Blunyahrejo, pemeriksaan kesehatan lansia di Dusun Karangpule, Skrining kesehatan mata bagi siswa SMPN 4 Wates, Pemeriksaan kesehatan gratis dan pemberian sembako di Ngeposari Semanu, dan Skrining kesehatan mata bagi siswa di SD Sinduadi.
Ada pula kegiatan penguatan ekonomi melalui Bazar UMKM diikuti oleh 40 UMKM Perempuan dari Kabupaten Kulon Progo. (cdr)
