BANTUL, BERNAS.ID – Dalam upaya meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda, Program Studi Ekonomi FEB Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar program pengabdian masyarakat bertajuk “Implementasi Eco-Living dalam Mengelola Sampah untuk Mendukung Gaya Hidup Berkelanjutan di Lingkungan SMA Negeri 1 Kasihan Bantul”.
Kegiatan yang didanai oleh LP3M UMY ini dilaksanakan di ruang pertemuan SMA Negeri 1 Kasihan, diawali dengan serah terima hibah tiga tempat sampah botol plastik kepada pihak sekolah, Jumat (7/2/2025).
Tak hanya sebatas pemilahan sampah, program ini juga membekali 35 siswa kelas X dan XI dengan pelatihan kreatif mengolah limbah plastik menjadi produk bernilai guna.
Baca Juga : Praktisi: Teknologi Incinerator Bisa Tangani Permasalahan Sampah di DIY
Salah satu inovasi yang dihasilkan adalah pembuatan bak sampah dari tutup botol plastik, sebagai langkah nyata mendukung ekonomi sirkular.
Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kasihan mengungkapkan, bahwa meskipun sekolah telah memiliki program pemilahan sampah melalui kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema “Gaya Hidup Berkelanjutan”, implementasi pemanfaatan sampah plastik masih perlu dioptimalkan.
Ketua pelaksana program, Endah Saptutyningsih yang juga selaku Dosen Prodi Ekonomi FEB UMY, menegaskan, inisiatif ini tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah, tetapi juga menanamkan jiwa kewirausahaan bagi siswa.
Endah berharap, hasil karya dari daur ulang sampah plastik dapat dimanfaatkan di sekolah, bahkan bisa juga dikembangkan sebagai produk bernilai jual.
“Kami berharap program ini bisa berkelanjutan dan semakin mendorong budaya 3R yakni reduce, reuse, dan recycle di lingkungan sekolah, sehingga gaya hidup ramah lingkungan menjadi kebiasaan yang melekat pada setiap individu,” terangnya.
Kolaborasi antara akademisi dan sekolah ini menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
“Dengan semangat inovasi dan keberlanjutan, SMA Negeri 1 Kasihan bersama UMY membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil yang konsisten,” jelas Endah.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan SMA Negeri 1 Kasihan berkomitmen untuk memperkuat sinergi dalam penerapan konsep eco-living dan ekonomi sirkular di lingkungan sekolah.
Baca Juga : Usulkan Warga Jogja Tidak Dibebani Retribusi Sampah Rumah Tangga
UMY akan terus mendampingi sekolah dalam optimalisasi program pemilahan dan pemanfaatan sampah plastik melalui kegiatan riset, pelatihan lanjutan, serta integrasi dalam kurikulum pembelajaran.
Sementara itu, SMA Negeri 1 Kasihan akan mengembangkan hasil pelatihan menjadi proyek berkelanjutan yang melibatkan lebih banyak siswa dan guru, serta menjajaki peluang pemasaran produk daur ulang.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan bisa menjadi model praktik baik bagi sekolah lain dalam menerapkan gaya hidup berkelanjutan. (cdr)
