BANTUL, BERNAS.ID – Can’s Gallery bekerja sama dengan Sangkring Art Space menggelar “Guru Giri”, pameran tunggal dari Putu Sutawijaya yang menjadikan gunung sebagai titik pusat perenungan dan tafsir visual. Lewat pameran lukisan ini, gunung tidak hanya tampil sebagai bentuk fisik, tetapi hadir sebagai sumber pemaknaan yang dalam, yang mencakup aspek arkeologis, ekologis, historis, hingga spiritual.
Dalam pameran ini, Putu menggarap Gunung Merapi sebagai medan untuk membaca relasi
antara manusia, alam, dan nilai-nilai kebijaksanaan. Ia menempatkan gunung sebagai ruang yang menyimpan kekayaan pengetahuan serta pengalaman batin yang mendalam.
Melalui karya-karyanya, Putu mengajak pengunjung untuk kembali melihat gunung bukan sebagai objek diam, melainkan sebagai bagian tak terpisahkan dari pemahaman manusia atas semesta dan keberadaannya.
“Saya ingin mengajak yang hadir di sini untuk melakukan gerakan kolaborasi bersama, bagaimana agar seni di Yogyakarta ini ada dampaknya bagi pariwisata di Yogyakarta,” ujar Ketua Badan Promosi Pariwisata DIY GKR Bendara yang hadir membuka acara pameran, Rabu, 18 Juni 2025.
Gunung adalah kisah-kisah agung. Ke sanalah Putu Sutawijaya mengajak pengunjung berguru dan merenung. Melalui “Guru Giri”, pameran ini juga menjadi ruang kontemplatif yang menawarkan kemungkinan bagi penonton untuk menyelami nilai-nilai luhur yang melekat dalam lanskap pegunungan.
Baca juga: Rieke Diah Pitaloka Buka Pameran REAL.IS.ME di Sangkring
Putu menghadirkan karya-karya yang tak hanya memvisualkan bentuk alam, tetapi juga merekam jejak spiritual dan kultural yang tertanam di dalamnya. Ia memang sering pergi ke kaki berbagai gunung untuk melukisnya, yang ia pamerkan dalam “Guru Giri” yang artinya adalah guru gunung.
Agus Noor selaku penulis pameran menjelaskan, lewat pameran “Guru Giri” ini Putu Sutawijaya setidaknya mencoba mengingatkan kembali akan pentingnya gunung sebagai sumber pemaknaan, pengetahuan dan kebajikan.
“Dengan caranya yang sugestif, karya-karya Putu memikat kita untuk dengan penuh kesadaran kembali berguru pada gunung sebagai sesuatu yang tak hanya berada di kejauhan. Tapi gunung yang menjadi bagian tak terpisahkan dari pengetahuan dan pencerahan manusia,” kata dia.
Baca juga: Pameran Tunggal “Ngunda Rasa” Dewa Made Mustika, Dapat Inspirasi Dari Anaknya
Pameran “Guru Giri” digelar 18 Juni hingga 18 Agustus 2025 di Sangkring Art Space. Di kawasan ini juga digelar pameran seni rupa lain, melibatkan 59 seniman dari berbagai wilayah, sebagai bagian dari Yogya Annual Art 2025. (den)
