JEMBER, BERNAS.ID – Keindahan Pantai Papuma (Pasir Putih Malikan) Jember ternodai oleh sampah. Sampah-sampah itu terbawa arus laut dari muara-muara di sekitar Papuma, sebab di sana tidak ada muara.
Fenomena alam akibat cuaca ekstrem, hujan lebat berhari-hari, mengalirkan air sungai menuju laut lebih besar dari biasanya. Tidak hanya air tapi sampah juga ikut terbawa. Akibatnya di muara-muara pantai selatan menumpuk berton-ton sampah, baik sampah rumah tangga hingga sampah alam.
Baca juga: Satu Tiket Terintegrasi Watu Ulo dan Papuma Mulai Hari ini
Asisten Manajer pengelola wisata Papuma, Adi Suponco atau kerap disapa Ponco, membenarkan keadaan pantai yang kotor akibat sampah dari muara.
“Iya benar. Ini kiriman dari muara sungai Bedadung yang di Puger pak,” jawab Ponco melalui saluran telepon, Senin pagi, (16/2/2026).
Fenomena alam ini rutin terjadi yang menodai keindahan Pantai Papuma.
“Sebagian sampah yang di muara Puger itu terbawa arus laut ke arah Papuma, Watu Ulo hingga Payangan. Kalau banjir mesti bisa kiriman sampah,” ujar Ponco.
Untuk memulihkan kembali keindahan pantai Ponco berusaha keras menggalang relawan dan masyarakat sekitar pantai.
“Untuk antisipasinya kami bersihkan setiap hari pak. Tapi karena masih libur hanya sebagian tenaga kami yang membersihkan. Besok akan kami kerahkan dari mitra-mitra kami untuk kerja bakti membersihkan pantai,” terang Ponco.
Membersihkan sampah di pantai bukanlah hal yang mudah. Pagi hari dibersihkan tapi sore hari datang lagi kiriman sampah dari bagian barat pantai.
Memasuki libur bersama, Imlek dan awal puasa kali ini, tingkat kunjungan wisatawan ke Papuma meningkat. Puncaknya pada akhir minggu lalu.
Sedangkan menjelang libur puasa biasanya malah sepi.
“Untuk kunjungan masih ramai tapi tidak terlalu padat di Papuma dan Watu Ulo,” jawab Ponco.
Memasuki musim penghujan Kabupaten Jember tidak luput dari hujan setiap hari. Terlebih seminggu terakhir intensitas hujan cukup tinggi, terutama di hulu sungai. Akibatnya banjir pun datang. BPBD Kabupaten Jember mencatat 23 desa terdampak banjir.
Sungai terbesar di Jember, Sungai Bedadung, seringkali terjadi banjir saat cuaca ekstrem. Di tengah alirannya bertemu dengan sungai-sungai kecil sehingga ke muara alirannya semakin deras.
Baca Juga : Pramono: Ada Pihak yang Tak Setuju Modifikasi Cuaca, Seneng Jakarta Banjir
Sungai alam yang juga sering mengalami banjir adalah Sungai Dinoyo yang bersatu di Sungai Bedadung di wilayah Rambipuji.
Sungai alam lain yang juga sering mengalami banjir yaitu Sungai Tanggul, yang berada di bagian barat Kabupaten Jember. Muaranya di pantai selatan bagian barat Jember yaitu di Kecamatan Gumukmas dan Kencong.
Perlu diketahui, tiket wisata pantai Papuma dan Watu Ulo sudah terintegrasi. Pengunjung membayar 1 tiket untuk wisata kedua itu dengan harga Rp12.500. (sgt)
